Padi
Padi
SGI
19 September 2026

Panduan Strategi Menanam Padi agar Hasil Melimpah & Berkualitas

Panduan Strategi Menanam Padi agar Hasil Melimpah & Berkualitas

Panduan POPT Menanam Padi Mulai dari penyiapan lahan, fase vegetatif, fase generatif, hingga pengisian bulir

SGI - Penerapan teknik budidaya tanaman yang baik menjadi kunci keberhasilan pada panen padi. Salah satu bentuk kegiatan budidaya tanaman adalah penyiangan, pemberian pupuk dan penyemprotan pestisida secara tepat dan teratur. Kegiatan tersebut dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara optimal, sehingga tanaman menjadi lebih subur serta bebas dari serangan hama dan penyakit. Sobat SGI, budidaya padi bukan hanya soal menanam, tetapi juga merawatnya hingga panen. Karena itu, SGI Solusi Petani hadir dengan berbagai produk pertanian yang dapat membantu Sobat SGI dalam menjaga tanaman dari serangan OPT dan mendukung hasil panen yang optimal. Agar perawatan padi semakin tepat, SGI Solusi Petani berbagi panduan perawatan dari awal pertumbuhan hingga menjelang panen, sekaligus pilihan produk yang dapat digunakan sesuai kebutuhan tanaman. Yuk, rawat tanaman padi bersama SGI Solusi Petani dan siapkan panen yang optimal!

Panduan strategi perawatan padi dari pembibitan, pembentukan anakan, fase generatif hingga panen

Sobat SGI Berikut ini, panduan lengkap tentang strategi yang petani bisa gunakan dalam budidaya tanaman padi agar tanaman tumbuh lebih sehat dan hasil panen lebih maksimal.

1. Penyiapan Lahan & Pengolahan Tanah

Sobat SGI, sebelum mulai menanam padi, yuk siapkan lahan sebaik mungkin. Pastikan permukaan sawah rata, sisa tanaman dapat terurai, saluran air berfungsi dengan baik, dan gulma awal dapat ditekan. Lahan yang siap membantu memudahkan Sobat SGI dalam mengatur kondisi sawah sejak awal hingga tanaman mulai tumbuh.

Untuk membantu mengendalikan gulma, SGI Solusi Petani menghadirkan pilihan paket yang dapat disesuaikan dengan kondisi lahan dan sasaran gulma. Sobat SGI dapat memilih Sapu Bersih 530 SL + Sinarfuron 20 WG untuk membantu pengendalian gulma dalam persiapan lahan. Sapu Bersih 530 SL merupakan herbisida sistemik purna tumbuh berspektrum luas dengan bahan aktif IPA Glifosat 530 g/L, untuk mengendalikan gulma berdaun lebar, berdaun sempit, teki, dan alang-alang, dengan dosis 1,5–2,5 L/ha. Sinarfuron 20 WG merupakan herbisida sistemik pra tumbuh dan purna tumbuh dengan bahan aktif Metil Metsulfuron 20%, untuk mengendalikan gulma berdaun lebar dan golongan rumput, dengan dosis 75–150 g/ha.

Sementara itu, untuk pengendalian gulma pada padi sawah sesuai sasaran masing-masing produk, Sobat SGI dapat memilih kombinasi Sapu Bersih 530 SL + Money 865 SL. Sapu Bersih 530 SL dengan bahan aktif IPA Glifosat 530 g/L digunakan dengan dosis 1,5–2,5 L/ha, sedangkan Money 865 SL merupakan herbisida sistemik pra dan purna tumbuh dengan bahan aktif 2,4-D Dimetil Amina 865 g/L, dengan dosis 1,5–2,5 L/ha, untuk mengendalikan gulma pada tanaman padi sawah.

Dengan pilihan produk yang sesuai sasaran, SGI Solusi Petani siap menemani Sobat SGI mempersiapkan lahan dan menjaga pertanaman padi sejak awal. Yuk, mulai budidaya dengan lahan yang lebih siap dan pengendalian gulma yang tepat!

Panduan strategi perawatan padi dari pembibitan, pembentukan anakan, fase generatif hingga panen2.  Awal Tanam 

a. ( 0- 7 HST) : Lindungi Tanaman Muda dari Keong Mas dan Gulma 

Pada 0–7 hari setelah tanam (HST), tanaman padi masih dalam tahap awal beradaptasi dan membutuhkan perhatian agar dapat tumbuh dengan baik. Salah satu tantangan yang perlu diwaspadai adalah serangan keong mas yang dapat memotong tanaman muda, serta pertumbuhan gulma yang berpotensi mengganggu tanaman dalam memperoleh ruang tumbuh dan nutrisi. Karena itu, pengendalian sejak awal perlu dilakukan secara tepat, terutama ketika keong mas dan gulma mulai menjadi masalah di lahan.

Untuk membantu Sobat SGI menghadapi tantangan tersebut, SGI Solusi Petani menghadirkan Paket Superstar yang mengombinasikan Astana 60 WP + OneStar 260/15 EC sebagai rekomendasi pengendalian keong mas dan gulma pada tanaman padi sesuai sasaran masing-masing produk.

Astana 60 WP merupakan moluskisida berbahan aktif fentin asetat 85% yang berfungsi untuk mengendalikan siput murbei atau keong mas (Pomacea canaliculata) pada padi sawah. Sementara itu, OneStar 260/15 EC merupakan herbisida selektif berbahan aktif ganda oksadiazon 260 g/L dan etil pirazosulfuron 15 g/L, yang bekerja secara kontak dan sistemik untuk pengendalian gulma pra tumbuh dan purna tumbuh pada tanaman padi, dengan dosis 1,5–2,5 L/ha sesuai label.

Dengan kombinasi tersebut, Paket Superstar dapat menjadi pilihan bagi Sobat SGI yang ingin mempersiapkan pertanaman sejak awal agar lebih terlindungi dari gangguan keong mas dan persaingan gulma. Pastikan penggunaan dilakukan sesuai sasaran, dosis, dan petunjuk pada label masing-masing produk agar pengendalian lebih tepat dan tanaman dapat tumbuh secara optimal.

Paket Superstar : Astana 60 WP dan OneStar 260/15 EC

b. 15 HST : Kendalikan Gulma, Dukung Pertumbuhan Anakan 

Memasuki 15 HST, tanaman padi mulai beradaptasi dan membentuk akar baru. Pada fase ini, gulma juga dapat tumbuh cepat dan bersaing memperebutkan cahaya, air, serta ruang tumbuh, sehingga perlu dikendalikan agar tidak mengganggu pembentukan anakan.

Jika gulma mulai menjadi masalah, Rynndomin 888 SL dapat menjadi salah satu pilihan herbisida selektif untuk tanaman padi. Berbahan aktif 2,4-D Dimetil Amina 888 g/L, produk ini digunakan untuk mengendalikan gulma berdaun lebar, gulma golongan rumput, dan teki. Dosis yang tercantum adalah 0,75–1,5 L/ha, dengan waktu aplikasi mengikuti petunjuk label dan kondisi gulma di lahan.

Selain pengendalian gulma, Sobat SGI juga perlu melakukan pengamatan hama secara rutin. Periksa bagian pucuk, pangkal batang, permukaan air, dan bawah daun agar serangan dapat diketahui lebih awal.

Panduan strategi perawatan padi dari pembibitan, pembentukan anakan, fase generatif hingga panen
3. PERAWATAN PADI FASE VEGETATIF 

A.  0 - 20 HST : Pantau Penggerek Batang, Wereng, dan Blas

Memasuki fase vegetatif, tanaman padi mulai membentuk banyak anakan dan membutuhkan air, unsur hara, serta ruang tumbuh yang cukup. Pada fase ini, Sobat SGI perlu rutin mengamati kondisi tanaman karena hama seperti penggerek batang dan wereng, serta penyakit blas, dapat muncul dan mengganggu pertumbuhan jika tidak segera ditangani.

Untuk membantu pengendalian, SGI Solusi Petani memiliki 2 rekomendasi paket yang dapat dipilih sesuai sasaran dan kondisi serangan di lahan. Paket pertama Sobat SGI bisa mengombinasikan Hypotext 500 SL + Spec-Trup 550 SC. Hypotext 500 SL merupakan insektisida berbahan aktif Dimehipo 500 g/L dengan dosis 2,5 ml/L, sedangkan Spec-Trup 550 SC  merupakan fungisida berbahan aktif Tiofanat Metil 550 g/L untuk mengendalikan penyakit blas pada padi, dengan dosis 1,5 ml/L.

Paket kedua Sobat SGI bisa mengombinasikan Naflion 55/25 WG + Progressive 50 SC. Naflion 55/25 WG merupakan fungisida berbahan aktif Tebukonazol 55% dan Trifloksistrobin 25% untuk pengendalian penyakit blas, sedangkan Progressive 50 SC merupakan insektisida berbahan aktif Klorantraniliprol 50 g/L untuk mengendalikan hama pada tanaman padi, dengan dosis 2 ml/L. Pilih paket sesuai sasaran OPT yang ditemukan, dan gunakan setiap produk mengikuti dosis serta petunjuk labelnya.

Panduan strategi perawatan padi dari pembibitan, pembentukan anakan, fase generatif hingga panen.
B. Perawatan Padi Umur 30 HST

Memasuki umur 30 HST, tanaman padi umumnya berada pada fase pembentukan anakan aktif hingga mendekati anakan maksimum. Pada fase ini, Sobat SGI perlu melakukan pengamatan terhadap kondisi tanaman, terutama gulma, hama, dan penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan padi. Jika ditemukan serangan yang membutuhkan pengendalian, SGI Solusi Petani memiliki produk yang dapat digunakan sesuai sasaran dan dosisnya, yaitu Hexacar 50/50 SC +  Chevro 50 WG + Progressive 50 SC. Ketiganya dapat dikombinasikan dalam satu rangkaian perawatan untuk membantu mengendalikan penyakit dan hama pada tanaman padi.

Hexacar 50/50 SC merupakan fungisida sistemik yang bersifat protektif dan kuratif dengan bahan aktif Heksakonazol 50 g/L dan Karbendazim 50 g/L. Produk ini digunakan untuk mengendalikan hawar pelepah pada tanaman padi, dengan dosis 1 mL/L. Chevro 50 WG merupakan insektisida racun kontak dan lambung berbentuk butiran yang dapat didispersikan dalam air, dengan bahan aktif Pimetrozin 50%. Produk ini digunakan untuk mengendalikan walang sangit (Leptocorysa oratorius) pada tanaman padi, dengan dosis 0,5 g/L. Progressive 50 SC merupakan insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan suspensi, dengan bahan aktif Klorantraniliprol 50 g/L. Produk ini digunakan untuk mengendalikan hama pada tanaman padi, dengan dosis 2 ml/L.

Dengan kombinasi Chevro 50 WG + Hexacar 50/50 SC + Progressive 50 SC, Sobat SGI dapat melakukan perawatan tanaman padi dengan memperhatikan kondisi serangan di lapangan serta mengikuti dosis dan petunjuk penggunaan pada label masing-masing produk.

STRATEGI PERAWATAN PADI UMUR 30 HST, KOMBINASI Chevro 50 WG + Hexacar 50/50 SC + Progressive 50 SC
4.   FASE GENERATIF : Bunting dan Pembentukan Malai

A. Perawatan Padi Umur 40 - 55  HST

Memasuki umur 40–55 HST, tanaman padi mulai memasuki fase generatif, yaitu fase bunting dan pembentukan malai. Pada tahap ini, Sobat SGI perlu memperhatikan kondisi tanaman karena penyakit seperti hawar pelepah, bercak daun, hawar daun, bercak pelepah, dan busuk batang dapat muncul, terutama pada kondisi lingkungan yang lembap. Pengamatan tanaman secara rutin penting dilakukan agar serangan dapat segera ditangani sesuai kondisi di lapangan.

Untuk membantu perawatan tanaman padi pada fase ini, SGI Solusi Petani memiliki Paket Bobot Optimal yang terdiri dari Chevro 50 WG + Hexacar 50/50 SC + Galaxy 250/150 SC. Ketiga produk tersebut memiliki sasaran pengendalian yang berbeda sehingga dapat digunakan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan tanaman.

Hexacar 50/50 SC merupakan fungisida sistemik bersifat protektif dan kuratif dengan bahan aktif Heksakonazol 50 g/L dan Karbendazim 50 g/L, untuk mengendalikan hawar pelepah pada tanaman padi, dengan dosis 1 mL/L. Sementara itu, Galaxy 250/150 SC merupakan fungisida sistemik bersifat protektif dan kuratif dengan bahan aktif Azoksistrobin 250 g/L dan Difenokonazol 150 g/L, dengan dosis 1,5–2 mL/L, untuk mengendalikan penyakit pada tanaman. Selain pengendalian penyakit, Sobat SGI juga dapat menggunakan Chevro 50 WG untuk mengendalikan walang sangit (Leptocorysa oratorius) pada tanaman padi. Chevro 50 WG merupakan insektisida racun kontak dan lambung dengan bahan aktif Pimetrozin 50%, dengan dosis 0,5 g/L.


SGI Solusi Petani memiliki Paket Bobot Optimal yang terdiri dari Chevro 50 WG + Hexacar 50/50 SC + Galaxy 250/150 SCB. Perawatan Padi Umur 70 HST

Memasuki umur 70 HST, tanaman padi mulai berada pada fase pengisian biji hingga menuju pematangan. Pada fase ini, Sobat SGI perlu memberikan perhatian lebih pada kondisi tanaman dan gabah karena serangan penyakit masih dapat mengganggu pengisian gabah dan memengaruhi kualitas hasil panen. Penyakit seperti kresek, patah leher, busuk batang, dan hawar pelepah perlu diwaspadai agar tidak mengganggu tanaman menjelang panen.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan pada fase ini adalah menjaga kondisi tanaman dan gabah agar tetap sehat hingga menjelang panen. Gangguan penyakit pada fase pengisian hingga pematangan dapat memengaruhi kualitas gabah, termasuk munculnya gabah yang kotor atau kurang bernas. Oleh karena itu, pengendalian penyakit secara tepat dapat membantu menjaga tanaman dan malai tetap sehat sehingga proses pengisian gabah dapat berlangsung dengan baik dan menghasilkan gabah yang lebih bersih, bening, dan bernas.

SGI Solusi Petani memiliki Bleacher 250 EC, fungisida sistemik yang bersifat preventif dan kuratif dengan bahan aktif Difenokonazol 250 g/L. Bleacher 250 EC dapat digunakan untuk membantu mengendalikan penyakit pada tanaman padi dengan dosis 2–2,5 mL/L. Dengan tanaman dan malai yang tetap terjaga dari gangguan penyakit, proses pengisian gabah dapat berlangsung lebih baik sehingga membantu menjaga gabah tetap bersih dan bening hingga panen. Penggunaan fungisida sesuai sasaran dan dosis membantu menjaga tanaman dari gangguan penyakit selama fase pengisian hingga menjelang panen.


SGI Solusi Petani memiliki Bleacher 250 EC,  Envicur 270 EC merupakan fungisida sistemik yang bersifat protektif dan kuratif dengan bahan aktif Tebukonazol 270 g/L
Selain itu, Envicur 270 EC merupakan fungisida sistemik yang bersifat protektif dan kuratif dengan bahan aktif Tebukonazol 270 g/L, untuk mengendalikan hawar pelepah (Rhizoctonia solani) pada tanaman padi, dengan dosis 2 mL/L. Penggunaan Bleacher 250 EC dan Envicur 270 EC sesuai sasaran dan dosis dapat menjadi bagian dari perawatan tanaman pada fase pengisian biji untuk membantu menjaga kesehatan tanaman, mendukung pengisian gabah, serta mempertahankan kualitas gabah menjelang panen. Dengan perawatan yang tepat dan pengendalian penyakit sesuai kondisi tanaman, Sobat SGI dapat membantu menjaga proses pengisian gabah sehingga gabah lebih bening, bernas, dan kualitas hasil panen tetap terjaga.

Yuk, Sobat SGI, jaga tanaman tetap sehat hingga akhir pertanaman agar gabah terisi dengan baik, lebih bening, bernas, dan siap memberikan hasil panen yang optimal bersama SGI Solusi Petani!

Produk Terkait