Strategi Pengendalian Hama Wereng Batang Coklat Berdasarkan Fase Pertumbuhan Padi
Share:
Apakah Sobat SGI tahu jika hama wereng batang coklat pada batang padi itu sangat merugikan para petani. Wereng merupakan hama yang sering ditemui pada tanaman padi. Hama wereng adalah sejenis serangga kepik terbang yang memiliki kebiasaan untuk menghisap cairan tanaman. Wereng dibedakan menjadi 3 jenis yakni wereng hijau, wereng batang coklat, dan wereng punggung putih. Wereng merupakan hama yang sangat merugikan untuk tanaman padi. Wereng merupakan serangga yang biasa bergerak dalam banyak kawanan yang mampu berpindah tempat dengan terbang hingga 100 km. Perkembangbiakannya wereng juga tergolong sangat cepat sehingga akan menyerang suatu wilayah dengan sangat cepat.
Sawah terlihat hijau belum tentu bebas dari ancaman. Wereng batang coklat justru banyak berada di bagian bawah tanaman, dekat pangkal batang, sehingga serangannya kerap terlambat diketahui. Ketika rumpun padi mulai menguning dan mengering membentuk bercak di hamparan, populasi wereng biasanya sudah cukup tinggi. Karena itu, pengendalian hama wereng batang coklat pada batang padi perlu dimulai dari pengamatan, bukan menunggu tanaman rusak.
Jika dibiarkan begitu saja, hama wereng bisa merusak tanaman padi hingga membuat gagal panen. Bahkan, serangga wereng stadium berat bisa menurunkan hasil panen hingga 80 persen, sehingga harus segera diatasi. Tanaman padi memiliki peran vital dalam penyediaan beras sebagai bahan pangan utama di Indonesia. Namun, dalam proses budidayanya, petani sering menghadapi tantangan besar berupa serangan hama wereng batang coklat. Mengatasi hama ini adalah langkah krusial untuk menjaga produksi padi yang optimal.

Hama Wereng Batang coklat adalah salah satu hama paling merugikan dan sulit dikendalikan pada tanaman padi. Hama kecil ini memiliki tubuh coklat dengan bintik di pertemuan sayapnya dan hidup di pangkal batang padi. Siklus hidupnya berlangsung antara 3 hingga 4 minggu. Pada tahap ini nimfa dan imago, wereng batang coklat mengisap cairan dari batang padi, mengganggu perkembangan tanaman dan bahkan bisa menyebabkan kerusakan seluruh tanaman. Tantangan dalam memberantas wereng batang coklat ini terletak pada kemampuannya untuk berkembang biak dengan cepat dan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Tanaman padi yang diserang oleh wereng batang coklat akan mengalami perubahan warna menjadi kekuningan. Tanda ini menunjukkan adanya kerusakan berupa terhambatnya pertumbuhan, yang menyebabkan tanaman menjadi kerdil dan hampa. Pada serangan yang sangat parah, seluruh tanaman bisa berubah menjadi coklat, mengering (gosong), dan akhirnya mati. Serangan wereng batang coklat dapat menyebabkan kehilangan hasil panen yang signifikan, bahkan hingga 70%.
Sobat SGI perlu memahami satu hal penting, wereng batang coklat bukan sekedar serangga kecil yang menghisap tanaman. Hama ini dapat berkembang cepat pada kondisi yang mendukung, mengganggu pertumbuhan padi, dan juga berperan sebagai penular penyakit virus tertentu. Pengendalian yang hanya mengendalikan penyemprotan tanpa memahami kondisi sawah beresiko tidak efektif dan dapat mengganggu musuh alami.
Fase Serangan Hama Wereng Batang Coklat pada Tanaman Padi
Wereng batang coklat Nilaparvata lugens merupakan salah satu hama penting pada tanaman padi. Serangga ini memiliki alat mulut penusuk dan pengisap. Wereng mengambil cairan dari jaringan tanaman terutama pada bagian bawah rumpun. Jika populasinya meningkat, tanaman kehilangan cairan dan kemampuan tumbuh secara normal.
Mengendalikan wereng batang coklat tidak cukup dilakukan ketika tanaman sudah menunjukkan gejala berat. Pengendalian yang baik dimulai dari pengamatan sejak persemaian, dilanjutkan setelah pindah tanam, fase pembentukan anakan, hingga fase bunting dan pembentukan malai.
Kementerian pertanian juga mencatat bahwa wereng batang coklat dapat merusak padi secara langsung melalui pengisapan cairan tanaman dan secara tidak langsung karena menjadi penular penyakit kerdil rumput serta kerdil hampa. Fase tanaman yang rentan dapat berlangsung sejak pembibitan sampai fase matang susu. Artinya, perhatian terhadap wereng perlu dilakukan sepanjang sebagian besar periode pertumbuhan padi.

Periode pemantauan dan aplikasi digambarkan mulai dari -20 sampai 70 HST. Angka -20 bukan berarti tanaman memiliki umur negatif. Pada diagram tersebut, 0 HST merupakan titik pindah tanam, sehingga -20 sampai 0 menunjukkan periode pembibitan atau persemaian sekitar 20 hari sebelum tanaman dipindahkan ke sawah.
Masa Pembibitan Sekitar 20 hari sebelum pindah tanam (-20 sampai 0)
1. Tahap pertama dimulai ketika tanaman masih berada di persemaian.
Pada fase ini, bibit padi masih muda dan perlu diamati secara rutin karena wereng dewasa bersayap dapat datang dari pertanaman lain dan masuk ke persemaian.
Sobat SGI dapat melakukan beberapa tindakan berikut:
Periksa bibit secara rutin, terutama bagian bawah tanaman.
Jaga persemaian tetap bersih dari tanaman sisa atau tanaman yang berpotensi menjadi sumber wereng dan penyakit.
Hindari memindahkan bibit yang menunjukkan gejala serangan berat.
Mulai mencatat keberadaan wereng apabila ditemukan pada persemaian.
Tujuannya sederhana, jangan sampai wereng ikut terbawa ketika bibit dipindahkan ke lahan utama.
Setelah Pindah Tanam 0 sampai 20 HST
2. Setelah bibit dipindahkan ke sawah, tanaman memasuki tahap adaptasi dan mulai membentuk anakan. Pada periode ini, wereng yang berada di sekitar pertanaman dapat mulai menetap di bagian pangkal tanaman. Nimfa dan wereng dewasa mengisap cairan tanaman sehingga pertumbuhan dapat terganggu apabila populasinya meningkat.
Sobat SGI sebaiknya tidak hanya melihat bagian atas daun. Buka rumpun tanaman secara perlahan dan periksa bagian pangkal batang karena wereng banyak ditemukan di bagian bawah tanaman. Pengamatan pada tahap ini penting karena populasi yang masih rendah lebih mudah ditangani dibandingkan ketika sudah menyebar pada satu hamparan.
Fase Pembentukan Anakan 20 sampai 40 HST
3. Memasuki umur sekitar 20 sampai 40 HST, tanaman padi mengalami pembentukan anakan yang semakin aktif. Pada kondisi yang sesuai, populasi wereng dapat berkembang cepat. Buku Saku Pengendalian Wereng Batang Coklat bahkan menjelaskan bahwa wereng merupakan hama dengan kemampuan berkembang biak tinggi dan populasinya dapat meningkat dalam waktu relatif singkat. Karena itu, fase ini menjadi salah satu periode penting untuk meningkatkan intensitas pengamatan.
Perhatikan:
Jumlah wereng pada setiap rumpun,
Keberadaan nimfa dan wereng dewasa,
Perubahan warna daun,
Kondisi pangkal batang,
Serta keberadaan musuh alami seperti laba-laba dan serangga predator lainnya.
Fase Akhir Pembentukan Anakan 40 sampai 50 HST
4. Pada umur sekitar 40 HST ke atas, tanaman mulai bergerak menuju tahap perkembangan generatif. Pemantauan tetap harus dilakukan karena populasi wereng yang tidak terkendali pada fase sebelumnya dapat terus berkembang.
Pada periode ini, Sobat SGI perlu memeriksa apakah terdapat kelompok tanaman yang mulai menguning atau terlihat lebih lemah dibandingkan tanaman di sekitarnya. Jangan menunggu hingga muncul hopperburn. Jika tanaman sudah terlihat seperti terbakar pada suatu titik dan kerusakan meluas, populasi wereng umumnya sudah berada pada kondisi berat.
Fase Bunting dan Pembentukan Malai 50 sampai 70 HST
5. Memasuki kisaran 50 sampai 70 HST, tanaman mulai berada pada fase bunting dan pembentukan malai. Tanaman pada tahap ini sedang menyiapkan komponen hasil sehingga kesehatan tanaman perlu dijaga. Wereng yang masih berada pada pangkal tanaman tetap dapat mengisap cairan tanaman dan menurunkan kondisi tanaman apabila populasinya tinggi.
Karena itu, pengamatan tidak boleh berhenti hanya karena tanaman sudah memasuki fase generatif. Pada produk Chevro 50 WG yang digunakan SGI, rentang pengamatan dan aplikasi dicantumkan sejak masa pembibitan hingga sekitar 70 HST. Namun, Sobat SGI tetap perlu memahami bahwa angka tersebut merupakan rentang aplikasi pada materi produk, bukan batas akhir keberadaan wereng. Secara biologis, wereng batang coklat dapat menyerang tanaman padi pada tahap pertumbuhan yang lebih luas.
Kenali Hama Wereng batang Coklat pada Batang Padi
Wereng Banyak Berada di Pangkal Rumpun
Kesalahan yang sering terjadi adalah memeriksa tanaman hanya dari bagian atas. Padahal, wereng batang coklat dewasa dan nimfa banyak ditemukan dekat pangkal anakan. Saat melakukan pemantauan, Sobat SGI perlu membuka rumpun, melihat pelepah bagian bawah, dan memperhatikan apakah terdapat serangga kecil berwarna putih kecoklatan sampai coklat yang bergerak di sekitar batang.
Serangan Dimulai dari Pengisapan Cairan Tanaman.
Wereng mengisap cairan tanaman sehingga padi berangsur kehilangan kekuatan. Daun dapat menguning, tanaman tampak lemah, pertumbuhan terganggu, dan pada populasi tinggi rumpun menjadi kering. Kerusakan sering berkembang dari satu titik lalu meluas ke rumpun di sekitarnya. Kondisi inilah yang perlu dibedakan dari kekeringan biasa, kekurangan unsur hara, atau gangguan lain.
Wereng Juga Dapat Menularkan Penyakit
Dampak wereng tidak berhenti pada kerusakan langsung, Wereng batang coklat dapat membawa virus penyebab penyakit kerdil rumput dan kerdil hampa. Tanaman yang terinfeksi dapat menunjukan pertumbuhan kerdil, perubahan bentuk daun anakan tidak normal, atau gangguan pembentukan malai. Oleh sebab itu, pengendalian tidak salah sasaran.
Tahap | Tanda yang Diperiksa | Tindakan Awal |
Awal | Wereng atau nimfa mulai ditemukan di pangkal rumpun, tanaman belum menunjukkan kerusakan berat. | Catat populasi, periksa beberapa titik, dan nilai keberadaan musuh alami. |
Berkembang | Daun mulai menguning, tanaman lemah, beberapa rumpun menunjukkan pertumbuhan terganggu. | Tingkatkan pemantauan, evaluasi pemupukan, air, varietas, dan tindakan pengendalian. |
Berat | Rumpun menguning lalu coklat dan mengering pada bagian tertentu dari hamparan. | Lakukan pengendalian berdasarkan kondisi lapangan dan rekomendasi teknis. Evaluasi kemungkinan kerusakan yang sudah tidak dapat dipulihkan. |
Penyakit bawaan | Tanaman kerdil, anakan tidak normal, daun mengalami perubahan bentuk atau warna. | Periksa kemungkinan penyakit kerdil rumput atau kerdil hampa dan kelola populasi wereng sebagai penular. |

Strategi Pengendalian Hama Wereng Batang Coklat
Lakukan Pemantauan dari Pangkal Tanaman
Sobat SGI bisa memulai dengan pemeriksaan rutin. Pemeriksaan rutin merupakan langkah pertama. Jangan hanya melihat warna daun dari kejauhan. Buka beberapa rumpun dari lokasi berbeda, kemudian periksa pangkal batang dan pelepah bagian bawah. Catat juga kondisi tanaman dan perkembangan populasi dari waktu ke waktu.
Gunakan Varietas yang Sesuai dan Lakukan Pergiliran Varietas
Pemilihan varietas perlu menyesuaikan rekomendasi wilayah. Varietas dengan ketahanan yang sesuai dapat membantu mengurangi risiko kerusakan akibat wereng. Penelitian Badan Pertanian menjelaskan bahwa wereng mampu beradaptasi dan membentuk populasi yang lebih virulen. Karena itu, pemilihan dan pengiliran varietas perlu mengikuti rekomendasi wilayah serta informasi terbaru dari petugas pertanian setempat.
Terapkan Tanam Serempak
Tanam serempak membantu mengurangi perbedaan umur tanaman dalam satu kawasan. Cara ini juga membuat kegiatan pemantauan dan pengendalian lebih mudah dilakukan bersama.
Gunakan Pupuk Secara Berimbang
Hindari memberikan nitrogen secara berlebihan hanya untuk mendapatkan tanaman yang terlihat sangat hijau. Kebutuhan pupuk harus disesuaikan dengan kondisi tanaman, tanah, varietas, serta rekomendasi budidaya.
Pertahankan Musuh Alami
Sawah memiliki pengendali alami. IRRI menyebut antara lain laba-laba, kepik predator, serangga air, dan parasitoid telur sebagai musuh alami wereng. Ketika musuh alami cukup banyak, risiko populasi wereng berkembang menjadi serangan berat dapat lebih rendah. Karena itu, penggunaan insektisida perlu dilakukan selektif dan berdasarkan kebutuhan agar keseimbangan tersebut tidak rusak.
Gunakan Insektisida Secara Tepat Jika Diperlukan
Jika hasil pengamatan menunjukkan populasi wereng meningkat dan perlu dilakukan pengendalian kimia, gunakan insektisida yang terdaftar untuk sasaran tersebut. Aplikasi harus mengikuti dosis, waktu, cara penggunaan, dan petunjuk pada label. Karena wereng banyak berada pada bagian bawah rumpun, teknik aplikasi juga perlu memastikan bahan pengendali mencapai lokasi hama.
Langkah Cepat Saat Wereng Mulai Ditemukan
Ketika wereng ditemukan, Sobat SGI tidak perlu langsung mengambil tindakan paling keras. Langkah pertama adalah memastikan seberapa luas serangan. Periksa rumpun di sekitar titik temuan, lalu lanjutkan ke beberapa bagian lain pada lahan. Jika hanya ditemukan pada titik terbatas, pemantauan dapat diperketat sambil memperbaiki faktor budidaya yang mendukung perkembangan hama. Jika populasi meningkat dan gejala menyebar, keputusan pengendalian perlu dilakukan lebih cepat.

PT Sinar General Industries mempunyai Chevro 50 WG yang ditujukan untuk tanaman padi. Berdasarkan informasi pada label kemasan yang diberikan serta halaman produk resmi SGI, Chevro 50 WG merupakan insektisida yang ditujukan untuk membantu mengendalikan wereng batang coklat Nilaparvata lugens dan walang sangit Leptocorysa oratorius pada tanaman padi.
Chevro 50 WG tidak seharusnya dipakai hanya karena ditemukan satu atau dua serangga tanpa menilai kondisi lapangan. Penggunaannya tetap perlu menjadi bagian dari pengendalian hama terpadu. Periksa populasi, fase tanaman, musuh alami, tingkat gejala, serta petunjuk pada label sebelum aplikasi. Dosis dan frekuensi penggunaan wajib mengikuti label produk dan ketentuan yang berlaku.
Keunggulan Chevro 50 WG:
Dapat mencegah terjadinya kerusakan dan memberikan perlindungan lebih lama dari hama wereng batang coklat dan akan memberikan hasil panen yang lebih tinggi.
Perlindungan dari awal pada tanaman padi. Formulasi menembus dengan mudah ke dalam tanaman dan efektif bekerja bahkan ketika ada banyak hujan.
Membuat tanaman lebih hijau dan sehat sehingga menghasilkan hasil panen lebih tinggi.
Waktu Aplikasi Terbaik Chevro 50 WG:
Chevro 50 WG digunakan dengan pemantauan dimulai sejak
Masa pembibitan hingga sekitar 70 HST, artinya perhatian terhadap serangan dilakukan sejak bibit masih berada di persemaian, setelah pindah tanam, fase pembentukan anakan, hingga tanaman memasuki fase bunting dan pembentukan malai,
Aplikasi dilakukan apabila serangan hama telah mencapai ambang pengendalian atau mengikuti rekomendasi setempat.
Pantau terlebih dahulu, tentukan kebutuhan pengendalian, kemudian lakukan aplikasi secara tepat.
Dosis Chevro 50 WG yang bisa Sobat SGI gunakan adalah 300 gr per hektare. Dosis tersebut harus tetap disesuaikan dengan sasaran hama yang tercantum pada label produk dan petunjuk penggunaan yang berlaku.
Cara Penggunaan:
Siapkan alat sprayer dalam kondisi bersih dan berfungsi baik. Dispersikan Chevro 50 WG dalam air sesuai petunjuk label, kemudian aduk hingga larutan tercampur merata. Lakukan penyemprotan secara merata pada pertanaman dengan perhatian pada bagian tempat wereng banyak ditemukan, terutama pada bagian bawah atau pangkal rumpun.
Waktu penyemprotan dalam sehari setelah embun pada tanaman tidak ada, yaitu sekitar pagi hari setelah pukul 08.00 hingga menjelang siangatau pada sore hari.
Kesalahan yang Sering Membuat Pengendalian Wereng Tidak Maksimal
Menyemprot Setelah Tanaman Sudah Mengering Luas
Ketika banyak rumpun telah mengering, sebagian potensi hasil sudah hilang. Pengendalian seharusnya dimulai dari pemantauan populasi sebelum kerusakan berat terbentuk. Menunggu sawah terlihat seperti terbakar membuat tindakan menjadi terlambat.
Semprotan Hanya Mengenai Daun Bagian Atas
Wereng banyak berada di bagian bawah rumpun. Penyemprotan yang hanya membasahi daun bagian atas berisiko tidak mencapai sasaran. Teknik aplikasi perlu memastikan larutan mencapai bagian tempat hama aktif dengan tetap mengikuti petunjuk penggunaan produk.
Menggunakan Menggunakan Nitrogen Berlebihan
Nitrogen berlebihan membuat pertanaman terlalu rimbun. Kondisi ini dapat mendukung perkembangan wereng. Pemupukan berimbang lebih penting daripada sekadar mengejar tanaman yang tampak sangat hijau.
Mencampur Banyak Produk Tanpa Dasar
Campuran beberapa pestisida tidak otomatis membuat pengendalian lebih kuat. Pencampuran dapat menimbulkan masalah kompatibilitas, meningkatkan biaya, dan menyulitkan evaluasi hasil. Gunakan campuran hanya jika diizinkan label atau berdasarkan rekomendasi teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Mengabaikan Mengabaikan Musuh Alami
Predator dan parasitoid adalah bagian dari sistem pengendalian di sawah. Jika seluruh serangga dianggap musuh dan disemprot tanpa seleksi, keseimbangan ekosistem dapat terganggu. Kenali organisme bermanfaat sebelum mengambil keputusan pengendalian.
Panduan Praktis Pemantauan Wereng Berdasarkan Fase Tanaman
Fase Padi | Fokus Pemantauan | Tujuan |
Persemaian | Periksa bagian bawah bibit, pantau kedatangan wereng, dan hindari penggunaan insektisida tanpa dasar. | Mencegah populasi awal berkembang sebelum pindah tanam. |
Vegetatif | Periksa pangkal rumpun secara berkala, kondisi kanopi, pemupukan, dan musuh alami. | Menemukan peningkatan populasi sebelum gejala mengering terbentuk. |
Pembentukan malai | Tetap pantau rumpun dan bagian lahan yang mulai menguning. Evaluasi kebutuhan pengendalian berdasarkan populasi dan kondisi tanaman. | Melindungi potensi hasil menjelang fase pengisian. |
Matang susu | Lanjutkan pengamatan sesuai risiko setempat. IRRI menyebut pemantauan wereng umumnya tidak perlu dilanjutkan melampaui fase susu. | Menghindari tindakan yang tidak diperlukan pada fase akhir tanaman. |
Pengendalian hama wereng batang coklat pada batang padi paling efektif ketika dilakukan sebelum kerusakan meluas. Kuncinya adalah mengenali keberadaan wereng di pangkal rumpun, melakukan pengamatan rutin, menggunakan varietas yang sesuai, tanam serempak, menjaga pemupukan tetap berimbang, melindungi musuh alami, serta memakai insektisida secara tepat ketika diperlukan.
Sobat SGI tidak perlu menunggu tanaman mengering untuk bertindak. Semakin cepat perubahan populasi diketahui, semakin banyak pilihan pengendalian yang dapat dilakukan. Chevro 50 WG dapat menjadi salah satu pilihan insektisida untuk sasaran wereng batang coklat dan walang sangit pada tanaman padi, dengan penggunaan sesuai label dan sebagai bagian dari pengendalian hama terpadu.
PT Sinar General Industries selalu berkomitmen untuk memberikan solusi bagi para petani melalui penyediaan produk yang berkualitas untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Apabila Sobat SGI membutuhkan informasi mengenai solusi pupuk dan pestisida berkualitas untuk berbagai jenis tanaman, konsultasikan kebutuhan pertanian bersama kami. Kunjungi https://pt-sgi.com/ untuk memperoleh informasi produk, layanan konsultasi, serta solusi pertanian yang sesuai dengan kebutuhan usaha tani.