Mengenal Hama Wereng Batang Coklat Pada Tanaman Padi
Share:
Jangan tunggu padi mengering. Wereng batang coklat banyak bersembunyi di pangkal rumpun, sehingga pengamatan dari bagian bawah tanaman menjadi langkah pertama untuk mencegah serangan meluas. |
Apakah Sobat SGI tahu jika hama wereng batang coklat pada batang padi itu sangat merugikan para petani. Di antara berbagai jenis organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada tanaman padi, wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) menjadi salah satu ancaman yang paling ditakuti petani. Serangan dari hama ini tidak boleh disepelekan, sebab dalam tingkatan yang parah, wereng batang coklat mampu merusak seluruh pertanaman hingga memicu puso atau gagal panen total. Tingkat bahayanya makin tinggi karena hama ini bersifat plastis artinya, mereka punya kemampuan adaptasi yang luar biasa cepat terhadap perubahan kondisi lingkungan baru.
Secara fisik, wereng merupakan serangga kecil berwarna kecoklatan dengan panjang tubuh hanya sekitar 2 hingga 4,4 mm yang bertahan hidup dengan cara menghisap cairan batang padi. Saat mencapai fase dewasa, serangga ini terbagi menjadi dua tipe: tipe bersayap pendek (brakhiptera) dan tipe bersayap panjang (makroptera). Wereng bersayap panjang inilah yang paling diwaspadai karena sanggup terbang dan berpindah lahan hingga jarak yang cukup jauh. Menariknya, wereng batang coklat tergolong serangga monofag, yang berarti pilihan pakannya sangat spesifik dan hanya mau hidup pada tanaman padi budidaya serta padi liar (Oryza perennis dan Oryza spontanea).
Mengapa Wereng Batang Coklat Harus Dikendalikan Sejak Dini?
Wereng batang coklat Nilaparvata lugens merupakan salah satu hama penting pada tanaman padi. Serangga ini memiliki alat mulut penusuk dan pengisap. Wereng mengambil cairan dari jaringan tanaman terutama pada bagian bawah rumpun. Jika populasinya meningkat, tanaman kehilangan cairan dan kemampuan tumbuh secara normal.
Kementerian pertanian juga mencatat bahwa wereng batang coklat dapat merusak padi secara langsung melalui pengisapan cairan tanaman dan secara tidak langsung karena menjadi penular penyakit kerdil rumput serta kerdil hampa. Fase tanaman yang rentan dapat berlangsung sejak pembibitan sampai fase matang susu. Artinya, perhatian terhadap wereng perlu dilakukan sepanjang sebagian besar periode pertumbuhan padi.

Siklus Hidup Hama Wereng Batang Coklat
Satu ekor imago wereng batang coklat betina di rumah kaca mampu bertelur sebnayak 100-200 butir. Telur ini akan menetas setelah 7 - 10 hari dan penetasan biasanya berlangsung pada pagi hari. Wereng batang coklat untuk menyelesaikan satu kali siklus hidup dari telur, larva, sampai imago hanya butuh waktu 25-30 hari. Tidak heran bila dalam satu hamparan pertanaman padi bercokol sampai 4 generasi. Artinya, populasi wereng bertambah beribu-ribu kali lipat dalam waktu singkat.
Wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) adalah salah satu hama paling merusak bagi petani padi. Baik dalam fase nimfa (wereng muda) maupun dewasa, hama ini menyerang dengan cara menancapkan alat tusuknya (stilet) langsung ke pembuluh floem di pangkal batang untuk mengisap cairan nutrisi tanaman.
Fase Pertumbuhan dan Konsumsi Cairan
Nimfa Instar Lanjut (Instar 4 & 5): Mengisap cairan jauh lebih banyak dan agresif dibanding instar muda (instar 1–3).
Wereng Betina Dewasa: Membutuhkan nutrisi lebih tinggi untuk reproduksi, sehingga mengisap cairan tanaman lebih banyak dibanding wereng jantan.
Kenali Gejala Serangan Wereng Batang Coklat
Wereng Mulai Ditemukan di Pangkal Tanaman
Pada tahap awal, tanaman mungkin belum menunjukkan perubahan yang berarti. Namun, ketika rumpun dibuka, wereng atau nimfa mulai terlihat pada bagian bawah tanaman. Ini merupakan waktu penting untuk mulai meningkatkan pengamatan.
Tanaman Mulai Menguning
Jika pengisapan berlangsung terus, daun mulai kehilangan warna hijau dan berubah menjadi kekuningan. Pertumbuhan tanaman juga dapat terlihat lebih lambat dibandingkan tanaman sehat di sekitarnya.
Rumpun Menjadi Lemah
Populasi yang semakin tinggi menyebabkan tanaman kehilangan lebih banyak cairan.
Rumpun dapat terlihat lemah, pertumbuhan anakan terganggu, dan beberapa bagian mulai mengering.
Tanaman Mengering Seperti Terbakar
Populasi yang semakin tinggi menyebabkan tanaman kehilangan lebih banyak cairan. Rumpun dapat terlihat lemah, pertumbuhan anakan terganggu, dan beberapa bagian mulai mengering.

Kapan Wereng Batang Coklat Mulai Perlu Diwaspadai?
Sobat SGI, wereng batang coklat tidak hanya perlu diwaspadai ketika tanaman padi sudah tumbuh besar. Hama ini dapat ditemukan sejak fase persemaian dan berpotensi menyerang tanaman pada berbagai tahap pertumbuhan hingga mendekati panen.
Pada periode awal, wereng dewasa bersayap dapat berpindah dan masuk ke area persemaian. Setelah tanaman dipindahkan ke sawah, wereng biasanya berada pada bagian pangkal tanaman dan mengisap cairan jaringan padi. Jika populasi terus bertambah, tanaman dapat menguning, pertumbuhannya terganggu, mengering, bahkan mengalami kondisi seperti terbakar atau hopperburn.
Pemantauan sebaiknya sudah dimulai ketika tanaman masih berada di persemaian. Dalam alur pertumbuhan padi yang digunakan SGI, pengamatan dapat dilakukan sejak sekitar 20 hari sebelum bibit dipindahkan ke sawah, kemudian dilanjutkan setelah pindah tanam sampai tanaman memasuki fase bunting dan pembentukan malai sekitar 70 HST.
Dalam tahapan budidaya padi yang digunakan pada materi pengendalian SGI, pemantauan dapat dimulai sejak masa pembibitan sekitar 20 hari sebelum pindah tanam atau ditandai sebagai -20, kemudian dilanjutkan sejak 0 HST setelah pindah tanam, fase pembentukan anakan hingga sekitar 40 HST, serta fase bunting dan pembentukan malai hingga sekitar 70 HST.
Rentang tersebut penting untuk pemantauan karena populasi wereng dapat berkembang dengan cepat apabila kondisi lingkungan mendukung. Buku Saku Pengendalian Hama Wereng Batang Coklat pada Tanaman Padi dari Kementerian Pertanian juga menekankan pentingnya pemantauan sejak persemaian dan pertanaman untuk menemukan keberadaan wereng lebih awal.
Namun, fase -20 sampai 70 HST bukan berarti wereng hanya dapat menyerang pada umur tersebut. Wereng batang coklat tetap dapat ditemukan pada tahap pertumbuhan lainnya. Oleh sebab itu, pengamatan perlu terus dilakukan berdasarkan kondisi tanaman dan perkembangan populasi hama di lapangan.
Pembahasan lengkap mengenai apa yang perlu dilakukan pada setiap fase tanaman akan dibahas pada artikel khusus POPT. Untuk panduan lengkap mulai dari masa persemaian, setelah pindah tanam, pembentukan anakan, sampai fase bunting dan pembentukan malai, baca artikel Strategi Pengendalian Wereng Batang Coklat Berdasarkan Fase Pertumbuhan Padi.
Apa yang Membuat Populasi Wereng Cepat Meningkat?
Ledakan populasi wereng tidak muncul karena satu faktor. Kondisi tanaman, cara budidaya, cuaca, keberadaan musuh alami, dan keputusan penggunaan pestisida saling berhubungan. Beberapa faktor berikut perlu mendapat perhatian.
Pemupukan Nitrogen Berlebihan
Pertanian yang memperoleh nitrogen berlebihan cenderung lebih rimbun dan jaringan tanamannya lebih lunak. Kementerian Pertanian mencatat kondisi tanaman dengan nitrogen tinggi mendukung perkembangan wereng. Penyebab ledakan hama wereng batang coklat dipicu oleh adanya perubahan iklim global yang berpengaruh terhadap sikap hama terhadap padi. La Nina dengan curah hujan yang tinggi di musim kemarau menimbulkan kelembaban yang tinggi mengaktifkan sifat biological clock wereng batang coklat untuk berkembang menghasilkan populasi yang tinggi. Karena itu, pemupukan sebaiknya berimbang dan disesuaikan dengan kebutuhan tanaman serta kondisi lahan.
Tanam tidak serempak merupakan pemicu kedua ledakan wereng batang coklat, hal ini disebabkan petani bertanam padi saling mendahului karena air selalu mengalir dan harga menjanjikan.
Jarak Tanam Terlalu Rapat dan Kelembapan Tinggi
Kanopi yang terlalu rapat membuat bagian bawah pertanaman lebih teduh dan lembap. Kondisi ini mendukung perkembangan wereng sekaligus menyulitkan pertani melihat populasi di pangkat rumpun. Pengaturan jarak tanam yang baik membantu sirkulasi udara dan memudahkan pemantauan.
Tanam Tidak Serempak
Ketika umur tanaman dalam satu kawasan berbeda jauh, sumber makanan bagi wereng tersedia lebih lama. Wereng dapat berpindah dari pertanian yang lebih tua ke tanaman yang lebih muda. Tanam serempak dalam satu hamparan membantu memperpendek kesinambungan tanaman inang dan memudahkan pengendalian bersama.
Penggunaan Insektisida yang Tidak Tepat
Penyemprotan terlalu dini, terlalu sering, atau menggunakan produk tanpa dasar hasil pengamatan dapat menurunkan musuh alami. Kementerian Pertanian menyebut penyemprotan pestisida yang tidak tepat pada awal pertumbuhan sebagai salah satu faktor yang dapat memicu wereng menjadi masalah karena predator alami ikut terbunuh. insektisida seharusnya menjadi dari pengendalian terpadu, bukan satu-satunya tindakan.
Lalu, apa yang harus dilakukan pada setiap fase pertumbuhan padi ketika wereng mulai ditemukan?
Pelajari strategi Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman berdasarkan fase pertumbuhan padi, waktu pengamatan, serta penggunaan insektisida yang tepat pada artikel Strategi Pengendalian Wereng Batang Coklat pada Tanaman Padi. Untuk penjelasan selengkapnya, baca di sini
Pengendalian hama wereng batang coklat pada batang padi paling efektif ketika dilakukan sebelum kerusakan meluas. Kuncinya adalah mengenali keberadaan wereng di pangkal rumpun, melakukan pengamatan rutin, menggunakan varietas yang sesuai, tanam serempak, menjaga pemupukan tetap berimbang, melindungi musuh alami, serta memakai insektisida secara tepat ketika diperlukan.
PT Sinar General Industries selalu berkomitmen untuk memberikan solusi bagi para petani melalui penyediaan produk yang berkualitas untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Apabila Sobat SGI membutuhkan informasi mengenai solusi pupuk dan pestisida berkualitas untuk berbagai jenis tanaman, konsultasikan kebutuhan pertanian bersama kami. Kunjungi https://pt-sgi.com/ untuk memperoleh informasi produk, layanan konsultasi, serta solusi pertanian yang sesuai dengan kebutuhan usaha tani.