Bawang Merah
Bawang Merah
SGI
29 September 2026

Bahaya Serangan Hama Pengorok Daun pada Bawang Merah

Bahaya Serangan Hama Pengorok Daun pada Bawang Merah

Mengendalikan Pengorok Daun Tanaman Bawang Merah

SGI - Sobat SGI, tanaman bawang merah yang masih terlihat hijau belum tentu bebas dari ancaman. Hama pengorok daun dapat mulai merusak jaringan daun sejak tanaman masih muda. Kerusakannya juga tidak selalu tampak seperti gigitan hama dari luar karena larva hidup dan makan di dalam jaringan daun. Ketika korokan sudah meluas, kemampuan daun menjalankan fotosintesis menurun, pertumbuhan tanaman terganggu, dan pembentukan umbi dapat ikut terdampak.

Pengorok daun pada bawang merah yang penting untuk diperhatikan adalah Liriomyza chinensis. Hama ini dapat merusak daun sejak tanaman baru tumbuh hingga tanaman tua dan pada kondisi serangan berat dapat berhubungan dengan gagal panen. Sobat SGI serangan pengorok daun pada bawang merah dapat menyebabkan kerugian ekonomi.

Inti POPT
Jangan menunggu seluruh daun penuh korokan. Pengendalian paling efektif dimulai dari diagnosis yang benar, pengamatan rutin sejak tanaman muda, dan tindakan berdasarkan perkembangan populasi atau intensitas serangan.

Mengapa Pengorok Daun Berbahaya bagi Bawang Merah?

Daun bawang merah bukan sekadar bagian hijau tanaman. Daun merupakan tempat utama berlangsungnya fotosintesis yang menyediakan energi untuk pertumbuhan dan pembentukan umbi. Ketika larva pengorok daun membuat terowongan di dalam jaringan, luas daun sehat berkurang. Serangan yang meluas dapat menyebabkan daun mengering dan berwarna cokelat seperti terbakar.

Seekor lalat betina dapat menghasilkan sekitar 50–300 telur. Stadium telur berlangsung sekitar 2–4 hari, stadium larva sekitar 6–12 hari, stadium pupa sekitar 11–12 hari, dan satu siklus hidup berlangsung kurang lebih tiga sampai empat minggu. Siklus yang relatif singkat membuat perubahan populasi perlu diperhatikan dari satu minggu ke minggu berikutnya, bukan hanya ketika gejala sudah berat.

Gambar Tanaman Bawang merah, Produk Coastal

Gambar. Tanaman Bawang Merah

Kenali Siklus Hidup Hama Liriomyza Chinensis Sebelum Mengambil Tindakan

  • Lalat Dewasa

Serangga dewasa berukuran kecil. Betina menusukkan alat peletak telurnya pada daun.Tusukan tersebut dapat menimbulkan bintik-bintik putih kecil yang menjadi salah satu tanda awal keberadaan hama.

  • Telur

Telur berwarna putih bening, berukuran 0,28 mm x 0,15 mm. Telur lalat diletakkan dalam daun bawang merah. Telur pengorok daun berlangsung 2-4 hari.

  • Larva

Setelah telur menetas, larva berada di dalam jaringan daun dan membuat liang korokan yang berkelok-kelok. Fase larva inilah yang paling mudah dikenali melalui pola kerusakan khas pada daun.

  • Pupa

Setelah menyelesaikan fase larva, hama memasuki fase pupa. Karena sebagian siklus hidup berlangsung pada bagian tanaman dan sekitar lahan, pengendalian tidak cukup hanya mengendalikan satu kali penyemprotan. Sanitasi, pemantauan, dan tindakan terpadu tetap diperlukan.

Gambar. Hama Liriomyza Chinensis
Gambar. Hama Liriomyza Chinensis

Fase Serangan Pengorok Daun: Waspadai Sejak 5 sampai 55 HST

Gambar fase pertumbuhan bawang merah berikut digunakan sebagai panduan praktis untuk menentukan fokus pengamatan di lapangan. Angka 5–55 HST sebaiknya dipahami sebagai rentang kewaspadaan dan pemantauan, bukan batas biologis mutlak. Literatur Liriomyza chinensis dapat menyerang tanaman yang baru tumbuh hingga tanaman tua.

Gambar. Fase pertumbuhan bawang merah sebagai dasar pemantauan pengorok daun.
Gambar. Fase pertumbuhan bawang merah sebagai dasar pemantauan pengorok daun.

Umur

Fase

Kondisi tanaman

Fokus POPT

Alasan

5–10 HST

Awal pertumbuhan

Tanaman masih muda; daun baru terbentuk.

Periksa bintik putih dan korokan pertama. Catat titik temuan dan jumlah tanaman terserang.

Sangat penting untuk deteksi dini karena kerusakan awal dapat berkembang sebelum tanaman membentuk tajuk yang kuat.

10–30 HST

Vegetatif

Pertumbuhan daun meningkat cepat.

Amati daun muda dan tua pada beberapa titik. Pasang dan periksa perangkap likat kuning. Buang daun yang terserang berat sesuai rekomendasi teknis.

Kerusakan daun pada fase ini dapat mengurangi kemampuan tanaman membangun biomassa sebelum pembentukan umbi.

30–40 HST

Awal pembentukan umbi

Tanaman mulai mengalihkan hasil fotosintesis untuk pembentukan umbi.

Nilai persentase tanaman bergejala, luasan korokan, dan tren populasi. Jangan hanya melihat jumlah lalat dewasa.

Daun yang rusak luas dapat membatasi sumber energi pada saat kebutuhan pembentukan umbi meningkat.

40–50 HST

Pembentukan umbi aktif

Umbi berkembang dan potensi hasil mulai terbentuk.

Pertahankan daun sehat, evaluasi hasil pengendalian sebelumnya, dan lakukan tindakan lanjutan hanya jika diperlukan.

Kerusakan berulang dapat memengaruhi pembesaran umbi dan mutu hasil.

50–55 HST

Pematangan dan menjelang panen

Tanaman mendekati pematangan.

Bedakan penuaan alami dengan kerusakan aktif. Hindari aplikasi yang tidak diperlukan dan selalu patuhi interval prapanen pada label.

Keputusan pengendalian harus mempertimbangkan sisa umur tanaman dan manfaat ekonominya.

Fase 5–10 HST: Jangan Menunggu Korokan Menjadi Banyak

Pada umur muda, tujuan utama POPT adalah menemukan serangan sedini mungkin. Sobat SGI dapat memilih beberapa titik pengamatan yang mewakili lahan, lalu memeriksa daun satu per satu. Bintik putih akibat tusukan lalat dewasa dan korokan tipis yang mulai muncul perlu dicatat. Jika gejala ditemukan, perluas pemeriksaan ke tanaman di sekitarnya untuk melihat apakah serangan masih lokal atau mulai menyebar.

Gambar. Korokan Daun Tanaman Bawang Merah
Gambar. Korokan Daun Tanaman Bawang Merah

Fase 10–30 HST: Lindungi Daun Saat Pertumbuhan Vegetatif Aktif

Fase vegetatif merupakan masa pembentukan tajuk. Kerusakan yang terus bertambah pada periode ini dapat mengurangi luas daun sehat sebelum tanaman memasuki pembentukan umbi. Pengamatan perlu dilakukan rutin pada daun muda dan daun yang sudah berkembang. Penggunaan insektisida sedini mungkin dapat membantu memantau keberadaan lalat dewasa, sedangkan daun dengan serangan berat dapat dikumpulkan dan dimusnahkan sesuai rekomendasi pengendalian.

Fase 30–40 HST: Risiko Bergeser ke Pembentukan Umbi

Memasuki pembentukan umbi, perhatian tidak hanya pada keberadaan hama, tetapi juga pada dampak kerusakan daun terhadap tanaman. Sobat SGI perlu melihat tren: apakah korokan bertambah, apakah muncul pada daun baru, dan apakah pertumbuhan tanaman mulai tidak seragam. Pada fase ini, pengendalian yang terlambat berisiko meninggalkan tanaman dengan luas daun sehat yang tidak cukup untuk mendukung pembentukan umbi secara optimal.

Fase 40–50 HST: Jaga Daun Tetap Berfungsi

Pada pembentukan umbi aktif, setiap keputusan pengendalian perlu lebih terukur. Jangan menyemprot hanya karena pernah menemukan hama pada minggu sebelumnya. Evaluasi hasil pengamatan terbaru. Jika serangan menurun, pertahankan pemantauan. Jika serangan meningkat dan mencapai ambang pengendalian lakukan penyemprotan sesuai rekomendasi setempat, baru pertimbangkan tindakan yang lebih kuat.

Fase 50–55 HST: Bedakan Kerusakan Aktif dengan Pematangan Alami

Menjelang panen, sebagian daun dapat berubah warna secara alami. Sobat SGI perlu membedakan proses pematangan dengan kerusakan aktif akibat pengorok daun. Korokan baru yang terus bertambah menunjukkan aktivitas hama, sedangkan perubahan warna yang seragam pada tanaman mendekati panen dapat berkaitan dengan proses pematangan. Setiap penggunaan pestisida pada fase akhir harus memperhatikan petunjuk label dan interval prapanen.

Gejala Serangan Pengorok Daun

Meskipun tanaman terlihat tumbuh subur, petani bawang merah tetap perlu waspada terhadap serangan hama, terutama pada musim kemarau. Salah satu hama yang perlu diwaspadai adalah pengorok daun yang dapat menyerang tanaman bawang merah sewaktu-waktu. Serangan hama ini dapat merusak daun dan mengganggu pertumbuhan tanaman sehingga berisiko menurunkan hasil panen.

Berikut beberapa gejala kerusakan yang dapat terlihat akibat serangan pengorok daun pada tanaman bawang merah:

  • Lubang berbentuk bintik-bintik putih akibat tusukan ovipositor untuk meletakkan telur.

Gambar. Lubang Tusukan ovipositor

Gambar. Lubang Tusukan ovipositor

  • Larva yang baru menetas langsung masuk ke dalam rongga daun kemudian mengorok daun dari dalam (pada jaringan mesofil)

  • Korokan berkelok-kelok berwarna putih dari atas menuju ke bawah sampai ke umbi

  • Pada serangan berat, hampir seluruh helaian daun penuh dengan korokan, sehingga menjadi kering dan berwarna coklat seperti terbakar

Gambar. Korokan berwarna putih berkelok-kelok

Gambar. Korokan berwarna putih berkelok-kelok

Lalu, Bagaimana Solusinya?

Solusi cerdas yang dapat petani terapkan untuk mengendalikan serangan hama pengorok daun pada tanaman bawang merah adalah menggunakan insektisida Coastal  95/31 SC dari PT Sinar General Industries (SGI). Produk ini merupakan insektisida bersifat protektif berbentuk pekatan suspensi yang ditujukan untuk membantu mengendalikan pengorok daun Liriomyza chinensis pada tanaman bawang merah. Produk ini mengandung chlorantraniliprole 95 g/L dan emamectin benzoate 31 g/L. Artinya bahan aktif ini mampu masuk ke dalam jaringan daun dan tetap aktif membunuh larva hama yang berada di dalam atau di bawah permukaan daun.

Produk Coastal 95/31 SC

Gambar. Insektisida Coastal  95/31 SC


Apa Keunggulan Coastal 95/31 SC?

  1. Efektif mengendalikan hama ulat daun pada Tanaman Bawang Merah

  2. Formulasi yang memberikan perlindungan optimal pada tanaman

  3. Aman digunakan jangka panjang dan ramah lingkungan

Bagaimana Cara Penggunaannya? 

Coastal  95/31 SC Tuntaskan Hama Untuk Hasil Maksimal sebaiknya diaplikasikan ketika gejala awal serangan ulat mulai terlihat, terutama saat pagi atau sore hari. Siapkan alat semprot sprayer yang bersih dan berfungsi baik. Isi sebagian tangki dengan air, ukur Coastal  95/31 SC sesuai volume air yang akan digunakan, masukkan produk sambil melakukan pengadukan, kemudian tambahkan air hingga volume yang diperlukan. Pertahankan campuran tetap homogen selama aplikasi dan lakukan penyemprotan secara merata pada tajuk tanaman sesuai petunjuk label.

Dosis yang dianjurkan adalah 1,5 ml/l, dicampur dengan air bersih dan disemprotkan merata ke seluruh bagian tanaman. Untuk hasil optimal, aplikasikan Coastal  95/31 SC  setiap 7–10 hari sekali tergantung pada intensitas serangan dan umur tanaman.

Sebelum melakukan aplikasi, petani perlu memahami petunjuk yang tercantum pada label kemasan agar penggunaan produk sesuai dengan prosedur yang dianjurkan. Jika terdapat petunjuk yang belum dipahami, konsultasikan dengan petugas pertanian setempat untuk memperoleh informasi yang tepat. Penggunaan Coastal  95/31 SC secara sesuai dan teratur dapat membantu mengendalikan serangan hama ulat, menjaga pertumbuhan tanaman, serta mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan budidaya hortikultura di Indonesia.

Pengorok daun Liriomyza chinensis merupakan hama penting bawang merah karena larvanya merusak jaringan daun dari dalam. Serangan dapat muncul sejak tanaman baru tumbuh hingga tanaman tua, sehingga pengamatan perlu dimulai sejak fase awal dan dilanjutkan sampai menjelang panen. Pada fase 5–10 HST, fokusnya adalah deteksi dini. Pada fase vegetatif, perlindungan luas daun sehat menjadi prioritas. Ketika tanaman masuk pembentukan umbi, keputusan pengendalian harus semakin terukur agar fungsi daun tetap mendukung pembentukan hasil.

Strategi POPT tidak berhenti pada penggunaan insektisida. Sanitasi, perangkap likat kuning, pergiliran tanaman, pemanfaatan musuh alami, pengamatan rutin, dan penggunaan ambang pengendalian merupakan bagian penting. Jika pengendalian kimia diperlukan, Coastal 95/31 SC dapat ditempatkan sebagai salah satu pilihan untuk sasaran pengorok daun pada bawang merah dengan dosis 1,5 ml per liter air, digunakan melalui penyemprotan volume tinggi sesuai label dan berdasarkan kondisi serangan.

PT Sinar General Industries selalu berkomitmen untuk memberikan solusi bagi para petani melalui penyediaan produk yang berkualitas untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Apabila Sobat SGI membutuhkan informasi mengenai solusi pupuk dan pestisida berkualitas untuk berbagai jenis tanaman, konsultasikan kebutuhan pertanian bersama kami. Kunjungi https://pt-sgi.com/ untuk memperoleh informasi produk, layanan konsultasi, serta solusi pertanian yang sesuai dengan kebutuhan usaha tani.

Produk Terkait