Penyakit Janda Pirang Ternyata Berasal Dari Hama ini
Share:
SGI - Sobat SGI Sering Mendengar Penyakit Janda Pirang Pada Tanaman Bawang Merah?
Di kalangan petani, kondisi tersebut dikenal dengan sebutan “janda pirang” pada bawang merah. Fenomena ini perlu diwaspadai karena dapat mengganggu pertumbuhan tanaman hingga menurunkan hasil panen, terutama apabila muncul saat bawang merah masih berada pada fase pertumbuhan awal.
Salah satu organisme pengganggu tanaman yang banyak ditemukan pada tanaman dengan gejala janda pirang adalah hama trips atau thrips. Serangga berukuran sangat kecil ini menyerang jaringan tanaman dan dapat menyebabkan perubahan warna pada daun.
Ternyata, penyakit janda pirang pada tanaman bawang merah ini berasal dari serangan hama thrips. Hama thrips yang tidak terkendali akan menusuk dan menghisap batang tanaman, sehingga tanaman bawang merah layu kemudian rusak dan gagal panen.
Namun, apakah hama trips benar-benar menjadi penyebab utama janda pirang? Mari mengenalnya lebih dekat yuk Sobat SGI.
Apa Itu Janda Pirang pada Bawang Merah?
Janda pirang merupakan istilah yang digunakan petani untuk menggambarkan kondisi tanaman bawang merah yang mengalami penguningan dan pengeringan daun secara cepat dan relatif serempak.
Gejalanya dapat terlihat seperti tanaman kekurangan air atau unsur hara. Pada kondisi berat, daun menjadi layu, mengering, kemudian rebah sehingga pertumbuhan tanaman terganggu.
Kasus janda pirang pernah terjadi di Brebes, salah satu sentra bawang merah terbesar di Indonesia. Saat itu, banyak lahan bawang berumur 25 hari gagal panen karena terserang penyakit ini. Petani terpaksa mengalami kerugian besar karena tanaman tidak sempat membentuk umbi.
IPB University melaporkan bahwa kasus janda pirang pernah ditemukan pada tanaman bawang merah yang masih muda. Pada beberapa kasus, tanaman yang belum membentuk umbi dengan baik dapat mengalami kerugian sangat besar.
Sementara itu, laporan Direktorat Jenderal Hortikultura mencatat serangan yang disebut janda pirang pernah ditemukan pada bawang merah berumur sekitar 30 sampai 50 hari setelah tanam. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian petani melakukan panen lebih dini.

Gambar. Gejala janda pirang dan serangan thrips pada daun tanaman bawang merah
Benarkah Janda Pirang Berkaitan dengan Hama Thrips?
Hasil pengamatan lapangan menunjukan adanya keterkaitan yang kuat antara tanaman bergejala janda pirang dengan tingginya populasi trips.
Trips merupakan serangga kecil dengan ukuran sekitar 1 milimeter. Serangga ini hidup dan menyerang bagian tanaman dengan merusak jaringan permukaan kemudian mengisap cairan sel tanaman.
Akibatnya, daun bawang merah dapat menunjukan bercak berwarna putih atau keperakan. Jika serangan semakin berat, warna daun menjadi pucat, menguning, mengering, dan pertumbuhan tanaman dapat terganggu.
Menurut informasi teknis Kementerian Pertanian, gejala khas serangan Thrips tabaci pada bawang merah adalah perubahan warna daun menjadi lebih putih keperakan. Pada serangan berat, sebagian besar permukaan daun dapat terlihat pucat atau putih.
Dalam pengamatan IPB University pada pertanaman bawang merah yang mengalami gejala menguning dan mengering, ditemukan populasi trips yang sangat tinggi, bahkan lebih dari 100 ekor dalam satu rumpun bawang merah. Gejala pada pengamatan tersebut terlihat pada tanaman berumur sekitar 35 sampai 40 hari setelah tanam.
Kenali Hama Thrips pada Tanaman Bawang Merah
Trips atau Thrips tabaci merupakan salah satu organisme pengganggu penting pada tanaman bawang merah. Ukuran tubuhnya sangat kecil sehingga terkadang sulit terlihat jika tanaman tidak diperiksa secara teliti. Beberapa ciri yang dapat Sobat SGI perhatikan antara lain:
Bagian yang Diamati | Tanda yang Perlu Diwaspadai |
Daun | Muncul bercak putih atau keperakan |
Warna tanaman | Daun mulai terlihat pucat atau menguning |
Kondisi daun | Daun mengering dan dapat rebah |
Pertumbuhan | Tanaman terlihat kurang sehat dan pertumbuhannya terganggu |
Pemeriksaan dekat | Dapat ditemukan serangga sangat kecil pada bagian daun |
Apabila gejala tersebut muncul secara cepat pada banyak tanaman dalam satu lahan, Sobat SGI sebaiknya meningkatkan pemantauan.
Kapan Janda Pirang Perlu Diwaspadai?
Sobat SGI perlu ingat pemantauan sebaiknya tidak menunggu tanaman menunjukkan kerusakan berat. Pada bawang merah, pengamatan organisme pengganggu tanaman dapat mulai dilakukan sejak tanaman memasuki fase vegetatif awal, sekitar 5 sampai 10 hari setelah tanam.
Hal ini bukan berarti janda pirang selalu mulai menyerang pada umur 5 sampai 10 hari. Periode tersebut lebih tepat digunakan sebagai waktu untuk mulai melakukan pemantauan dini terhadap keberadaan trips dan perubahan kondisi tanaman.
Berdasarkan sejumlah laporan lapangan, gejala janda pirang justru banyak ditemukan ketika tanaman telah memasuki usia sekitar 25 sampai 50 hari setelah tanam. IPB mencatat gejala pada tanaman sekitar 25 hari serta pada pengamatan lainnya sekitar 35 sampai 40 hari setelah tanam. Direktorat Jenderal Hortikultura juga mencatat kasus pada umur 30 sampai 50 hari setelah tanam.
Fase Waktu Pemantauan
Umur Tanaman | Fase Pertumbuhan | Hal yang Perlu Dilakukan |
5–10 HST | Vegetatif awal | Mulai melakukan pemantauan tanaman |
15–25 HST | Pertumbuhan vegetatif | Waspadai perubahan warna daun dan keberadaan trips |
25–40 HST | Vegetatif hingga awal pembentukan umbi | Periode penting untuk memperhatikan gejala menguning dan mengering |
40–50 HST | Pembentukan umbi | Tetap pantau perkembangan gejala pada tanaman |
Hingga sekitar 55 HST | Pematangan umbi menuju panen | Jaga kondisi tanaman dan hindari perkembangan serangan semakin luas |
Dengan demikian, pemantauan ideal dilakukan sejak tanaman muda hingga menjelang pematangan umbi, bukan hanya ketika daun sudah menguning.
Jangan Salah Mengenali Gejalanya
Daun bawang merah yang menguning tidak selalu berarti tanaman terkena janda pirang. Perubahan warna daun juga dapat berkaitan dengan kondisi nutrisi, air, penyakit tanaman, atau organisme pengganggu lainnya.
Karena itu, Sobat SGI sebaiknya memperhatikan beberapa hal sekaligus:
Perhatikan Pola Penguningan
Waspadai apabila perubahan warna terjadi relatif cepat dan meluas pada banyak tanaman.
Periksa Permukaan Daun
Cari tanda bercak putih atau keperakan yang menjadi salah satu ciri khas aktivitas hama trips.
Periksa Tanaman Secara Berkala
Jangan menunggu tanaman terlihat layu atau rebah. Pemeriksaan sejak fase awal pertumbuhan membantu Sobat SGI mengetahui perubahan kondisi tanaman lebih cepat.

Gambar. penyakit janda pirang pada daun tanaman bawang merah
Mengapa Janda Pirang Perlu Diwaspadai
Serangan yang terjadi pada umur muda menjadi perhatian khusus karena tanaman belum mempunyai cukup waktu untuk membentuk umbi secara optimal.
Pada kasus di Brebes yang diamati tim IPB, tanaman bergejala pada usia sekitar 35 sampai 40 hari terpaksa dipanen muda dan nilai ekonominya turun hingga kurang dari sepertiga kondisi normal.
Laporan lain juga menunjukkan bahwa kejadian janda pirang pernah menyebabkan tanaman berumur sekitar satu bulan hingga 50 hari dipanen lebih awal karena petani berusaha mengurangi kerugian. Inilah alasan pemantauan sejak fase vegetatif menjadi penting. Semakin cepat perubahan kondisi tanaman diketahui, semakin cepat pula Sobat SGI dapat menentukan langkah berikutnya.
Mengendalikan Janda Pirang
Pengendalian tidak sebaiknya dilakukan hanya berdasarkan satu gejala. Secara umum, beberapa langkah awal yang dapat dilakukan antara lain melakukan pemantauan sejak dini, menjaga sanitasi lahan, mengendalikan gulma, melakukan rotasi tanaman, serta memantau populasi trips.
Baca selengkapnya: Strategi Pengendalian Janda Pirang dan Hama Thrips Berdasarkan Fase Pertumbuhan Bawang Merah
Pada artikel tersebut, Sobat SGI dapat mempelajari strategi pengendalian mulai dari fase vegetatif, pembentukan umbi, hingga mendekati panen secara lebih terarah.
Janda pirang menjadi salah satu masalah yang perlu mendapat perhatian pada pertanaman bawang merah karena gejalanya dapat berkembang ketika tanaman masih berada dalam fase penting pertumbuhan.
Keberadaan hama trips pada tanaman bergejala menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan. Namun, penyebab janda pirang tidak sebaiknya disimpulkan hanya berdasarkan keberadaan satu jenis organisme karena penelitian masih menunjukkan kemungkinan keterlibatan beberapa faktor.
Bagi Sobat SGI, langkah paling penting adalah mengenali perubahan tanaman sejak awal dan melakukan pemantauan secara rutin mulai dari fase vegetatif hingga mendekati panen.
Dengan pengamatan yang lebih cepat, risiko kerusakan dapat diketahui sebelum kondisi tanaman semakin berat.
PT Sinar General Industries selalu berkomitmen untuk memberikan solusi bagi para petani melalui penyediaan produk yang berkualitas untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Apabila Sobat SGI membutuhkan informasi mengenai solusi pupuk dan pestisida berkualitas untuk berbagai jenis tanaman, konsultasikan kebutuhan pertanian bersama kami.
Kunjungi https://pt-sgi.com/ untuk memperoleh informasi produk, layanan konsultasi, serta solusi pertanian yang sesuai dengan kebutuhan usaha tani.