Bawang Merah
Bawang Merah
SGI
30 September 2026

Bahaya Serangan Hama Ulat Pada Bawang Merah

Bahaya Serangan Hama Ulat Pada Bawang Merah

SGI - Sobat SGI, serangan ulat bawang sering tampak sederhana pada awalnya. Hanya satu atau dua daun terlihat menerawang, muncul bercak putih, atau ujung daun tampak rusak. Namun pada hama Spodoptera exigua, kerusakan yang terlihat dari luar berarti larva sudah berada di dalam daun dan aktif memakan jaringan. Jika populasi berkembang tanpa pemantauan, luas daun yang berfungsi untuk fotosintesis terus berkurang dan pembentukan umbi dapat ikut terganggu.

Bawang merah merupakan tanaman jenis sayuran yang banyak diminati dan dikonsumsi di Indonesia, baik dalam bentuk segar maupun olahan. Konsumen bawang merah cukup tinggi. Banyak masyarakat Indonesia menggunakan bawang merah sebagai salah satu bumbu yang harus ada saat memasak, harganya yang ekonomis membuat bawang merah ini sangat diminati dan bawang merah ini juga bisa dimanfaatkan sebagai salah satu bahan baku obat-obatan.

Inti POPT:

Jangan menunggu daun habis. Pada ulat bawang, keputusan pengendalian harus dimulai dari pemantauan kelompok telur, larva, kerusakan daun, dan umur tanaman. Fase 5 sampai 55 HST perlu dibaca sebagai rangkaian risiko yang berbeda, bukan satu periode dengan tindakan yang sama.

Budidaya tanaman bawang merah tidak terlepas dari penurunan hasil produksi akibat adanya organisme pengganggu tanaman (OPT) berupa hama dan penyakit. Penurunan hasil produksi ini tentu akan menjadi keresahan bagi para petani bawang merah. Salah satunya hama yang sering menyerang tanaman bawang merah ada hama ulat. Hama ulat ini dapat mengakibatkan turunnya hasil produksi dan bisa mengakibatkan kerugian.

Hama ulat bawang merah (spodoptera exigua) menyerang tanaman mulai dari fase vegetatif sampai fase generatif. Serangan dari hama ini dapat menyebabkan daun bawang merah menjadi tipis dikarenakan hama ini menggigit jaringan dalam daun, hama ini menyebabkan daun mengering dan berguguran.

Hama ulat (Spodoptera  exigua) ini dapat  menyerang  pada  tanaman  bawang merah pada sejak awal pertumbuhan dan dapat menurunkan hasil produksi sampai 50-100%. Hama ulat ini ada yang berwarna hijau, coklat muda dan hitam kecoklatan. Warna ulat ini menjadi salah satu ciri dari umur ulat tersebut, biasanya ulat yang masih berwarna hijau menandakan ulat itu masih muda dan yang berwarna hitam kecoklatan ulat itu sudah tua.

Gambar. Fase Hama Ulat Bawang Merah, Hama ulat bawang merah (spodoptera exigua)

Gambar. Fase Hama Ulat Bawang Merah Spodoptera exigua

Ngengat betina mulai bertelur pada umur 3-10 hari. Telur berbentuk bulat sampai panjang. Telur diletakkan dalam bentuk permukaan daun atau batang daun tertutup oleh bulu-bulu putih yang berasal dari tubuh induknya. Setiap kelompok telur maksimum terdapat 80 butir. Jumlah telur yang dihasilkan oleh seekor ngengat betina sekitar 500-1000 butir, dalam 3-5 hari akan menetas.

Setelah menetas dari telur, ulat muda segera melubangi bagian ujung daun lalu masuk ke dalam daun bawang, sehingga ujung daun tampak berlubang/terpotong. Ulat akan mengerek permukaan bagian dalam daun, sedang epidermis luar ditinggalkan. Akibat serangan tersebut daun bawang terlihat menerawang tembus cahaya atau terlihat bercak-bercak putih, akhirnya daun menjadi terkulai. Awalnya ulat berkumpul. Setelah isi daun habis, ulat segera menyebar dan jika populasi besar, ulat juga memakan umbi.  Larva dan ngengat lebih aktif pada sore sampai malam hari.

Bedakan Tanda Awal dengan Kerusakan Berat 

Tahap

Tanda lapang

Arti bagi tanaman

Tindakan awal

Awal

Kelompok telur atau bercak putih transparan pada beberapa daun.

Larva baru mulai berkembang; peluang pencegahan penyebaran masih besar.

Ambil kelompok telur dan daun terserang, catat titik temuan.

Berkembang

Daun berlubang, menerawang, terkulai, larva mulai ditemukan pada banyak rumpun.

Luas daun aktif menurun dan kerusakan berpotensi menyebar.

Perketat pemantauan, evaluasi ambang pengendalian dan tindakan POPT.

Berat

Daun mengering, habis, atau kerusakan merata pada hamparan.

Fotosintesis terganggu dan pembentukan atau pengisian umbi dapat menurun.

Lakukan tindakan berdasarkan rekomendasi teknis; evaluasi bagian yang masih dapat diselamatkan.

Fase Serangan Ulat Bawang dari 5 sampai 55 HST 

Berbeda dengan pengorok daun yang larvanya membentuk korokan khas di dalam jaringan, ulat bawang perlu dibaca dari kombinasi kelompok telur, aktivitas larva, kerusakan daun, dan perubahan fungsi daun pada setiap fase pertumbuhan.

Gambar. Fase pertumbuhan bawang merah yang digunakan sebagai panduan pemantauan dari awal pertumbuhan, fase vegetatif, pembentukan umbi, hingga pematangan dan panen.
Gambar. Fase pertumbuhan bawang merah yang digunakan sebagai panduan pemantauan dari awal pertumbuhan, fase vegetatif, pembentukan umbi, hingga pematangan dan panen.

5–10 HST Fase awal yang sangat penting

Pada umur sangat muda, tanaman baru membangun daun dan akar.Kelompok telur S. exigua mulai dapat dipantau sejak 5 HST dan pada sebagian perlakuan ambang pengendalian berdasarkan kelompok telur telah tercapai pada kisaran 5 sampai 12 HST. Ini berarti pemeriksaan pertama sebaiknya tidak ditunda sampai tanaman terlihat rimbun.

Fokus POPT pada fase ini adalah mencari kelompok telur pada daun, melihat gejala menerawang, serta mengambil kelompok telur atau daun yang jelas terserang sebelum larva menyebar. Kerusakan pada tanaman muda berbahaya karena jumlah daun masih terbatas. Kehilangan beberapa daun dapat mengambil porsi besar dari kemampuan fotosintesis tanaman.

10–20 HST Vegetatif awal

Tanaman mulai menambah jumlah dan panjang daun. Larva yang lolos dari pemantauan awal dapat berpindah ke daun baru dan menyebabkan kerusakan lebih luas. Pada fase ini, Sobat SGI perlu membandingkan tanaman sehat dan tanaman terserang, bukan hanya menghitung jumlah ulat.

Periksa proporsi daun yang rusak, keberadaan kelompok telur baru, dan pola kerusakan antar-rumpun. Pengumpulan kelompok telur dan larva secara rutin pada umur 7 sampai 35 HST sebagai salah satu tindakan lapang yang dapat menekan populasi.

Gambar. Serangan Hama Ulat pada Tanaman Bawang Merah

Gambar. Serangan Hama Ulat pada Tanaman Bawang Merah

20–30 HST Vegetatif aktif menuju pembentukan umbi

Kanopi semakin rapat dan jumlah daun meningkat. Kondisi ini membuat pemeriksaan harus lebih teliti karena larva dapat tersembunyi di antara daun. Pada tahap ini, tujuan pengendalian bukan sekadar menjaga daun tampak hijau, tetapi mempertahankan luas daun efektif yang akan memasok hasil fotosintesis untuk pembentukan umbi.

Gunakan pola pengamatan yang konsisten. Pilih titik contoh yang mewakili bagian tepi dan tengah lahan, periksa daun yang menunjukkan bercak putih transparan, kemudian catat apakah kerusakan meningkat dibandingkan pemeriksaan sebelumnya. Perangkap feromon dapat digunakan untuk memantau ngengat jantan dan membantu membaca tekanan populasi.

30–40 HST Awal pembentukan umbi

Saat umbi mulai terbentuk, daun tetap menjadi sumber energi utama. Kerusakan daun yang terus bertambah dapat mengurangi kemampuan tanaman membentuk umbi secara optimal. Fokus POPT berubah dari sekadar mendeteksi hama menjadi menjaga fungsi daun. Jika tingkat kerusakan dan populasi terus naik, evaluasi ambang pengendalian. Sobat SGI dapat melakukan penyemprotan sebelum terjadinya serangan berkelanjutan.

40–50 HST Pembesaran umbi

Pada umur ini, kehilangan luas daun berisiko mengganggu pembesaran umbi. Namun penyemprotan tidak boleh dilakukan tanpa dasar. Periksa apakah kerusakan masih berkembang, larva masih aktif, dan populasi ngengat meningkat.

50–55 HST Pematangan menuju panen

Menjelang panen, keputusan pengendalian harus semakin selektif. Tanaman sudah memasuki pematangan dan waktu menuju panen semakin pendek. Gunakan insektisida  sebelum masa panen hal ini untuk mencegah kerusakan lanjutan.

Gambar. Tanaman Bawang Merah
Gambar. Tanaman Bawang Merah

Kondisi lingkungan yang cocok dapat meningkatkan perkembangan populasi hama. Ketersediaan makanan berlimpah serta adanya inang alternatif menjadi faktor pendukung. Akibat dari penanaman yang tidak dilakukan secara serempak. Adanya inang alternatif juga dapat memicu perkembangan hama dikarenakan larva S. exigua ketika sudah tidak mendapatkan sumber makanan dari tanaman bawang merah akan berpindah mencari sumber makanan lain.

Hama ulat bawang merah ini juga menjadi salah satu OPT yang dikhawatirkan oleh petani, karena mengakibatkan penurunan hasil panen.  Gejala dari hama ini dapat dilihat adanya bercak-bercak putih transparan pada daun, daun yang berlubang, terkulai, mengering dan bahkan sampai daun habis tidak tersisa.

Dari Deteksi Awal Sampai Perlindungan Umbi 

Bahaya ulat bawang bukan hanya jumlah daun berlubang, tetapi hilangnya jaringan daun ketika tanaman membutuhkan fotosintesis untuk membentuk dan membesarkan umbi. Karena itu, pengendalian harus mengikuti fase tanaman. Jangan menunggu daun sudah hilang, sebagian fotosintesis telah terganggu. Pengendalian seharusnya dilakukan berdasarkan pengamatan awal. Sobat SGI bisa menjadwalkan pengamatan sejak 5 HST, bukan setelah gejala berat muncul, dengan periksa daun menerawang atau bercak putih.

Sobat SGI dapat melakukan pemeriksaan pada sore hari secara berkala karena aktivitas hama dapat meningkat menjelang malam hari, menyemprotkan insektisida Coastal 95/31 SC menggunakan Sprayer nozzle.

Coastal 95/31 SC Sebagai Bagian dari Strategi POPT

Gambar. Insektisida Coastal  95/31 SC

Gambar. Insektisida Coastal  95/31 SC

Coastal 95/31 SC merupakan insektisida berbentuk pekatan suspensi yang mengandung klorantraniliprol 95 g/L dan emamektin benzoat 31 g/L. Untuk sasaran hama ulat pada bawang merah, dengan dosis konsentrasi 2 - 2,5 ml per liter air.

Keunggulan Coastal 95/31 SC 

  1. Efektif mengendalikan hama pada tanaman bawang merah

  2. Formulasi yang memberikan perlindungan optimal pada tanaman

  3. Aman digunakan jangka panjang dan ramah lingkungan

  4. Formulasi yang memberikan perlindungan optimal pada tanaman

  5. Aman digunakan jangka panjang dan ramah lingkungan

Artikel ini merupakan bagian ketiga dari rangkaian pembahasan bawang merah. Untuk memahami konteks risiko gagal panen dan ancaman OPT secara umum. Untuk membedakan kerusakan ulat dengan korokan Liriomyza chinensis, Sobat SGI bisa membaca: “Bahaya Serangan Hama Pengorok Daun pada Bawang Merah”.

PT Sinar General Industries selalu berkomitmen untuk memberikan solusi bagi para petani melalui penyediaan produk yang berkualitas untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Apabila Sobat SGI membutuhkan informasi mengenai solusi pupuk dan pestisida berkualitas untuk berbagai jenis tanaman, konsultasikan kebutuhan pertanian bersama kami. Kunjungi Website SGI untuk memperoleh informasi produk, layanan konsultasi, serta solusi pertanian yang sesuai dengan kebutuhan usaha tani.

Produk Terkait