SGI
27 Oktober 2026
Tips

Musim Mangga Tiba! Kenali Jenis Mangga yang Cocok untuk Lahan Sobat SGI

Musim Mangga Tiba! Kenali Jenis Mangga yang Cocok untuk Lahan Sobat SGI
Tentang Artikel

SGI - Saat musim mangga tiba, pilihan buah di pasar semakin beragam. Namun, bagi Sobat SGI yang ingin menanam, pertanyaannya bukan sekadar “mangga mana yang paling manis?”, melainkan “mangga mana yang paling sesuai dengan lahan dan pembeli di sekitar kebun?”

Musim mangga di Indonesia umumnya berlangsung sekitar Oktober hingga Desember, meskipun waktu panen dapat berbeda menurut wilayah dan varietas. Momen panen ini cocok untuk mengamati jenis yang laris di pasar sekaligus menyiapkan kebun untuk musim tanam berikutnya.

5 Jenis Mangga yang Cocok Dipertimbangkan untuk Lahan Sobat SGI

Setiap varietas memiliki ciri buah dan sasaran pembeli yang berbeda. Lima pilihan berikut dapat menjadi titik awal sebelum Sobat SGI membeli bibit.

Jenis mangga, dengan pupuk mangga dan buah lainnya
Gambar 1. Lima pilihan varietas mangga yang dapat dipertimbangkan.

1. Mangga Arumanis 143: Manis, Harum, dan Digemari Pasar

mangga arumanis, dengan pupuk coin 45
Gambar 2. Arumanis 143 dikenal dengan rasa manis dan aroma harum.

Arumanis 143 terkenal dengan kulit yang tetap hijau saat matang, daging tebal berwarna kuning, rasa manis, dan aroma harum. Varietas ini sesuai untuk dataran rendah sekitar 0–500 meter di atas permukaan laut, dengan tanah berdrainase baik dan pH sekitar 5,5–7,5. Daerah dengan musim kering yang cukup jelas mendukung pembungaannya.

Cocok dipertimbangkan bila Sobat SGI membidik pasar buah segar yang menyukai mangga manis. Pastikan bibit berlabel varietas jelas, karena nama “harum manis” kerap dipakai secara umum di pasar.

2. Mangga Gedong Gincu: Warna Menarik untuk Pasar Buah Segar

Gambar 3. Gedong Gincu memiliki warna kulit yang menarik.

Gambar 3. Gedong Gincu memiliki warna kulit yang menarik.

Gedong Gincu mudah menarik perhatian karena kulitnya dapat berwarna kuning, jingga, hingga kemerahan saat matang. Daging buahnya berwarna jingga, beraroma khas, dan mempunyai perpaduan rasa manis serta sedikit asam. Penampilannya memberi nilai tambah untuk pasar buah segar dan penjualan dengan kemasan yang rapi.

Pilih varietas ini bila tersedia pembeli yang menghargai tampilan dan mutu buah. Perhatikan waktu petik, penanganan buah, serta kebutuhan pasar setempat, karena warna kulit saja belum cukup untuk menentukan kesiapan panen.

3. Mangga Manalagi: Pilihan bagi Penggemar Rasa Manis

Gambar 4. Perbandingan tampilan buah Manalagi dan Golek.

Gambar 4. Perbandingan tampilan buah Manalagi dan Golek.

Manalagi dikenal dengan rasa manis dan kulit hijau kekuningan. Varietas ini dapat menjadi pilihan untuk pasar lokal yang mengutamakan rasa dan konsumsi langsung. Sebelum menanam banyak, coba tanyakan kepada pengepul atau pedagang buah apakah Manalagi termasuk jenis yang dicari di daerah Sobat SGI.

Kuncinya bukan hanya memilih buah yang enak, tetapi memastikan ukuran, mutu, dan permintaan pasarnya sesuai dengan rencana penjualan.

4. Mangga Golek: Bentuk Memanjang dan Mudah Dikenali

Mangga Golek mempunyai bentuk buah yang khas, cenderung panjang dibandingkan banyak varietas lain. Jenis ini telah lama dikenal di Indonesia dan dapat menjadi pilihan bagi kebun yang memasok buah konsumsi segar.

Lakukan pengecekan ketersediaan bibit unggul serta permintaan Golek di pasar sekitar. Jangan menjadikan penampilan buah sebagai satu-satunya alasan memilih varietas.

5. Mangga Garifta Kuning: Warna Emas yang Menonjol

Gambar 5. Garifta Kuning dikenal dengan warna kulit keemasan.

Gambar 5. Garifta Kuning dikenal dengan warna kulit keemasan.

Garifta Kuning memiliki kulit kuning keemasan, rasa manis, dan aroma harum. Bobot buahnya berkisar 320–400 gram dan sesuai dikembangkan di dataran rendah sekitar 1–300 meter di atas permukaan laut. Di lokasi pengamatan yang dilaporkan, waktu panennya sekitar Oktober–November.

Varietas ini menarik untuk pasar yang menyukai mangga berwarna cerah. Angka bobot buah dan waktu panen tersebut merupakan acuan varietas, bukan jaminan hasil yang sama di setiap kebun.

Sebelum Menanam Mangga, Periksa 4 Kondisi Ini

cek kondisi lahan sebelum menanam

1. Pastikan air tidak menggenang

Mangga lebih nyaman tumbuh pada tanah yang memiliki pembuangan air baik. Bila air mudah menggenang setelah hujan, benahi saluran terlebih dahulu agar perakaran tidak terus-menerus berada dalam kondisi terlalu basah.

2. Ukur keasaman tanah dan kenali lokasi kebun

Sebagai acuan umum budidaya mangga, pH tanah sekitar 5,5–7,5 dan lokasi dataran rendah 0–500 meter di atas permukaan laut sebagai kondisi yang sangat sesuai. Namun, kecocokan akhir tetap bergantung pada varietas, iklim setempat, dan pengelolaan kebun.

3. Jaga cahaya matahari dan ketersediaan air

Tajuk yang terlalu rapat dapat menghambat masuknya cahaya dan sirkulasi udara. Lakukan pemangkasan sesuai kebutuhan, terutama setelah panen. Saat pertumbuhan dan pembentukan buah, tanaman tetap memerlukan air yang memadai.

4. Tanyakan kebutuhan pasar sebelum membeli bibit

Bandingkan harga dan permintaan beberapa varietas di pasar terdekat. Jika memungkinkan, tanam beberapa pohon percobaan terlebih dahulu untuk melihat pertumbuhan, kualitas buah, dan penerimaan pembeli.

Bunga Mangga Banyak, tetapi Buah Sedikit? Kenali Peran Pupuk Boron 45

Gambar 7. Pembungaan mangga dipengaruhi air, cahaya, dan kecukupan unsur hara.

Gambar 7. Pembungaan mangga dipengaruhi air, cahaya, dan kecukupan unsur hara.

Setelah memilih varietas mangga yang sesuai, Sobat SGI juga perlu memperhatikan kebutuhan nutrisi tanaman, terutama saat memasuki fase pembungaan dan pembentukan buah. Salah satu produk yang dapat menjadi pilihan untuk mendukung pemenuhan unsur hara tersebut adalah Pupuk Hara Mikro Boron Coin 45, pupuk yang mengandung unsur boron untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman.

Penggunaan Pupuk Hara Mikro Boron Coin 45 dapat menjadi bagian dari upaya perawatan tanaman mangga agar kebutuhan boronnya terpenuhi selama fase pertumbuhan yang membutuhkan unsur ini. Sobat SGI perlu memperhatikan dosis dan cara aplikasi sesuai petunjuk penggunaan produk agar pemupukan dilakukan secara tepat. Dengan perawatan dan pemenuhan nutrisi yang sesuai, tanaman mangga diharapkan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Boron Coin 45: Pilihan Sumber Unsur Hara Mikro

Gambar 8. Boron Coin 45 sebagai sumber unsur hara mikro untuk tanaman.

Gambar 8. Boron Coin 45 sebagai sumber unsur hara mikro untuk tanaman.

Untuk kebutuhan unsur hara mikro, PT Sinar General Industries menghadirkan Pupuk Hara Mikro Boron Coin 45. Produk ini berbentuk butiran halus berwarna putih yang mudah larut dalam air, dengan bahan penyusun yang berupa Boron Trioxide, Sodium Oxide  Salah satu keunggulan menyediakan boron esensial yang mendukung pertumbuhan bunga dan proses penyerbukan.

Pilih Varietas yang Tepat, Rawat Kebunnya dengan Cermat

Musim mangga bukan sekadar waktu menikmati panen, melainkan kesempatan belajar dari hasil kebun dan selera pembeli. Dengan varietas yang sesuai, kondisi lahan terjaga, dan pemupukan berdasarkan kebutuhan, Sobat SGI dapat membangun kebun mangga yang lebih produktif dari musim ke musim.

PT Sinar General Industries selalu berkomitmen memberikan solusi bagi para petani melalui penyediaan produk berkualitas untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produktivitas pertanian. Jika Sobat SGI membutuhkan informasi mengenai pupuk dan pestisida untuk berbagai jenis tanaman, konsultasikan kebutuhan pertanian bersama kami. Kunjungi https://pt-sgi.com/ untuk memperoleh informasi produk, layanan konsultasi, dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan usaha tani.

Berita Terkait

Awas Musuh Padi! Kenali Macam-Macam Gulma dan Strategi Mengendalikan Gulma

Awas Musuh Padi! Kenali Macam-Macam Gulma dan Strategi Mengendalikan Gulma

Sobat SGI Kenali jenis gulma pada padi dan dampaknya, Yuk simak strategi pengendaliannya dari SGI Solusi Petani

Nozzle Bukan Sekadar Ujung Sprayer: Begini Pengaruhnya terhadap Penyemprotan

Nozzle Bukan Sekadar Ujung Sprayer: Begini Pengaruhnya terhadap Penyemprotan

Nozel menentukan jauh lebih banyak daripada sekadar arah semprotan. Ukuran butiran, debit, pola sebaran. Yuk simak lebih jelas nya lagi Soba...

Mengenal Glifosat Herbisida Sistemik untuk Pengendalian Gulma

Mengenal Glifosat Herbisida Sistemik untuk Pengendalian Gulma

Glifosat dikenal sebagai herbisida sistemik non-selektif yang bekerja dari daun menuju titik tumbuh tanaman.