SGI
25 September 2026
Event Berikutnya

SGI Gelar BFFD di Kolaka Timur - Perkuat Potensi Padi Sulawesi

SGI Gelar BFFD di Kolaka Timur - Perkuat Potensi Padi Sulawesi
Tentang Event

SGI - Apa yang lebih meyakinkan petani selain melihat langsung hasilnya di lahan?

Sobat SGI, pertanian tidak cukup hanya berbicara mengenai teori, produk, atau teknologi. Bagi petani, hasil yang terlihat langsung di lapangan menjadi salah satu dasar penting untuk menilai apakah usaha suatu cara budidaya sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan.

Semangat inilah yang dibawa PT Sinar General Industries dalam kegiatan BFFD di Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis, 9-10 September 2026, tersebut diikuti oleh lebih dari 250 petani bersama Tim Regional Sulawesi.

BFFD SGI Hadir Lebih Dekat dengan Petani Kolaka Timur

Kegiatan BFFD dirancang agar petani memperoleh informasi pertanian yang mudah dipahami dan dekat dengan persoalan sehari-hari di sawah. Salah satu tujuan utamanya adalah memberikan informasi baru seputar pertanian sekaligus memperlihatkan bukti nyata hasil penerapan paket teknologi tanaman padi dari PT Sinar General Industries.

Bagi Sobat SGI pendekatan melalui kegiatan lapangan menjadi penting karena kondisi setiap lahan tidak selalu sama. Perbedaan sumber air, kondisi tanah, pola pemupukan, umur tanaman, cuaca, serta tekanan hama dan penyakit dapat menghasilkan kondisi pertanaman yang berbeda. Karena itu, petani memerlukan ruang belajar yang memungkinkan mereka melihat, bertanya, membandingkan, dan menilai berdasarkan kondisi nyata.

Kegiatan BFFD SGI bersama petani padi di Ladongi Kolaka Timur

Lebih dari 250 Petani Ikuti Kegiatan BFFD

Antusiasme petani terlihat dari kehadiran lebih dari 250 peserta dalam pelaksanaan BFFD di Ladongi. Kehadiran tersebut menunjukkan bahwa kegiatan lapangan masih menjadi sarana penting untuk mendekatkan pengetahuan dan teknologi pertanian kepada petani.

Kegiatan tidak hanya berisi pemaparan. Para peserta juga diajak melihat kondisi tanaman secara langsung. Hal ini membuat proses belajar terasa lebih nyata karena pembahasan dilakukan berdasarkan tanaman yang ada di lahan, bukan sekadar melalui penjelasan di ruang tertutup.

Melihat Perbandingan Lahan Percontohan SGI dan Kontrol Petani

Salah satu agenda utama BFFD adalah memperlihatkan perbandingan hasil lahan percontohan PT Sinar General Industries dengan kontrol petani. Perbandingan ini memberi kesempatan kepada peserta untuk mengamati kondisi tanaman secara langsung dan memahami bagaimana penerapan teknologi budidaya dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.

Petani dapat memperhatikan kondisi daun, pertumbuhan rumpun, keseragaman tanaman, kesehatan tanaman, serta faktor lain yang terlihat di lapangan. Dengan cara seperti ini, pembahasan menjadi lebih konkret dan dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum petani menerapkan pendekatan yang sesuai pada lahannya masing-masing.

Lahan percontohan juga penting sebagai tempat belajar bersama. Hasil yang terlihat di lapangan dapat memicu pertanyaan yang lebih spesifik, misalnya mengenai waktu aplikasi, kebutuhan perlindungan tanaman, pemupukan, atau langkah yang perlu dilakukan ketika muncul gejala gangguan pada tanaman.

Kegiatan BFFD SGI bersama petani padi di Ladongi Kolaka Timur

Diskusi Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Padi

Tanaman padi menghadapi berbagai risiko selama masa pertumbuhan. Hama dan penyakit menjadi salah satu faktor yang perlu diamati sejak dini karena gangguan yang terlambat ditangani dapat memengaruhi perkembangan tanaman dan hasil panen.

Dalam kegiatan BFFD, petani mendapatkan ruang untuk berdiskusi mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman padi. Pembahasan seperti ini penting agar petani tidak hanya mengenal produk, tetapi juga memahami pentingnya identifikasi masalah sebelum menentukan tindakan pengendalian.

Kegiatan BFFD SGI bersama petani padi di Ladongi Kolaka Timur

Kolaka Timur Memiliki Potensi Besar sebagai Daerah Padi

Pelaksanaan BFFD di Kolaka Timur memiliki alasan yang kuat. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara produksi padi Kabupaten Kolaka Timur mencapai 108.666 ton gabah kering giling dengan luas panen sekitar 23.613 hektare. Produktivitas rata-ratanya mencapai 46,02 kuintal per hektare.

Angka tersebut menunjukkan bahwa sektor persawahan memiliki peran penting bagi daerah. Dengan luas panen dan produksi yang besar, peningkatan produktivitas, efisiensi budidaya, dan perlindungan tanaman menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha tani padi.

Potensi ini juga menjadi alasan mengapa peningkatan pengetahuan petani perlu terus dilakukan. Produktivitas tidak hanya ditentukan oleh satu faktor. Ketersediaan air, mutu benih, pengelolaan hara, pengendalian hama dan penyakit, sarana produksi, serta ketepatan waktu budidaya saling berkaitan dalam menentukan hasil akhir.

Pertanian Modern Mulai Berkembang di Kolaka Timur

Kolaka Timur juga menjadi salah satu wilayah yang mulai mendorong penerapan pertanian modern. Berdasarkan data dari BRMP Sulawesi Tenggara mengawal penanaman padi modern seluas 100 hektare di Kabupaten Kolaka Timur. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung swasembada pangan nasional.

Dalam pelaksanaannya, program pertanian modern tersebut melibatkan kelompok tani dan penggunaan berbagai teknologi, antara lain benih unggul Inbrida Mekongga, traktor, pesawat tanpa awak untuk pertanian, serta alat tanam benih langsung. Petani juga memperoleh dukungan sarana produksi seperti dolomit, herbisida, dan penguat pertumbuhan tanaman.

Target hasil dalam program tersebut mencapai 10 ton per hektare. Kolaka Timur dipilih karena dinilai memiliki kesiapan dalam mengadopsi teknologi pertanian modern dan memiliki potensi persawahan yang mendukung peningkatan produksi pangan.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pertanian di Kolaka Timur bergerak menuju penggunaan teknologi yang semakin luas. Namun, teknologi tetap perlu berjalan bersama pengetahuan petani, pengelolaan lahan yang tepat, sarana produksi yang sesuai, serta pendampingan di lapangan.

Tantangan Petani Padi Kolaka Timur Masih Perlu Diperhatikan

Potensi pertanian yang besar tidak berarti petani di Kolaka Timur bebas dari tantangan. Beberapa persoalan yang masih dihadapi petani, antara lain kebutuhan perbaikan irigasi, peningkatan jalan usaha tani, keterbatasan alat pertanian, tingginya harga pestisida, kelangkaan solar untuk traktor tangan, serta berkurangnya debit air akibat El Nino.

SGI Kegiatan BFFD SGI bersama petani padi di Ladongi Kolaka Timur, SULAWESI

BFFD Menjadi Tempat Petani Belajar dari Lahan

Nilai utama BFFD bukan hanya pada jumlah peserta, tetapi pada proses belajar yang terjadi di lapangan. Petani dapat melihat hasil, bertanya, membandingkan, dan berdiskusi berdasarkan kondisi nyata tanaman.

SGI juga melakukan sosialisasi produk agar petani mengenal solusi yang tersedia untuk mendukung budidaya tanaman. Namun, keberhasilan budidaya tetap memerlukan pendekatan yang menyeluruh. Produk yang berkualitas perlu digunakan berdasarkan masalah yang tepat, pada waktu yang sesuai, dengan dosis yang benar, serta didukung oleh pengelolaan tanaman yang baik.

Kegiatan seperti BFFD diharapkan membantu mempersempit jarak antara informasi teknis dan praktik petani sehari-hari. Ketika informasi dapat dilihat dan dibuktikan di lapangan, petani memiliki dasar yang lebih jelas untuk mengevaluasi langkah budidayanya.

Kegiatan BFFD SGI bersama petani padi di Ladongi Kolaka Timur

Dari Ladongi untuk Pertanian yang Semakin Produktif

BFFD SGI di Ladongi menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas pertanian dapat dimulai dari proses yang sederhana, yaitu petani bertemu, melihat kondisi tanaman, berdiskusi, dan belajar langsung dari lahan.

Lebih dari 250 petani yang hadir menjadi bagian dari proses berbagi pengetahuan tersebut. Di tengah besarnya potensi padi Kolaka Timur dan berkembangnya penerapan teknologi pertanian modern, kegiatan lapangan menjadi salah satu sarana penting untuk membantu petani memperoleh informasi yang dekat dengan kondisi sebenarnya.

Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan BFFD tidak berhenti pada hari pelaksanaan acara. Informasi tersebut dapat menjadi tambahan pertimbangan bagi petani dalam mengelola tanaman, menggunakan sarana produksi, mengendalikan hama dan penyakit, serta meningkatkan efisiensi usaha tani.

Kegiatan BFFD SGI bersama petani padi di Ladongi Kolaka Timur

SGI Terus Hadir Mendukung Petani Indonesia

PT Sinar General Industries selalu berkomitmen untuk memberikan solusi bagi para petani melalui penyediaan produk yang berkualitas untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Melalui kegiatan seperti BFFD, SGI berupaya semakin dekat dengan petani, memahami persoalan yang terjadi di lapangan, sekaligus membuka ruang berbagi informasi mengenai budidaya dan perlindungan tanaman.

Apabila Sobat SGI membutuhkan informasi mengenai solusi pupuk dan pestisida berkualitas untuk berbagai jenis tanaman, konsultasikan kebutuhan pertanian bersama kami. Kunjungi Website Kami untuk memperoleh informasi produk, layanan konsultasi, serta solusi pertanian yang sesuai dengan kebutuhan usaha tani.

Event Terkait

BFFD Cirebon 2026: SGI Luncurkan COASTAL 95/31 SC

BFFD Cirebon 2026: SGI Luncurkan COASTAL 95/31 SC

BFFD Cirebon 2026 di Pabuaran berdiskusi mengenai hama dan penyakit, serta menyaksikan peluncuran COASTAL 95/31 SC dari SGI.

BIG FFD Wonosobo 2026 - SGI Dekatkan Edukasi Pertanian Kepada Petani

BIG FFD Wonosobo 2026 - SGI Dekatkan Edukasi Pertanian Kepada Petani

Big FFD Wonosobo 2026 menjadi ruang pertemuan SGI bersama lebih dari 250 petani untuk melihat langsung hasil budidaya kentang, berbagi penga...

Pengumuman Quiz Merdeka SGI Solusi Petani

Pengumuman Quiz Merdeka SGI Solusi Petani

Selamat kepada 10 pemenang Kuis Kemerdekaan SGI 2026 dari Instagram dan Facebook! Cek daftar pemenang, jawaban benar, dan kenali berbagai pr...